Maung Ngora Lolos ke Delapan Besar

Oleh: Gatot Poedji Utomo

foto net
foto oleh: Gatot Poedji Utomo

Jurnal Bandung – Persib U-17 melaju ke babak delapan besar Piala Soeratin 2014. Tim asuhan Adji Bratakusuma ini keluar sebagai juara grup IX.

Pada pertandingan terakhir, Maung Ngora berhasil menundukan lawannya, Persimuba Banyuasin dengan skor 2-0, di Stadion Siliwangi, Bandung, Selasa (18/11). Jalannya pertandingan cukup menarik setelah kedua tim saling melancarkan serangan.

Persib U-17 bermain menekan di menit-menit awal. Peluang Maung Ngora pun langsung didapat melalui sundulan Agung Mulyadi meski masih menyamping. Persimuba pun bermain ofensif.

Berbagai peluang tercipta melalui pemain depan mereka. Beruntung sejumlah tendangan striker Persimuba masih dapat ditepis oleh kiper Persib U-17 Bayu Ali. Hingga turun minum, tak ada gol yang tercipta dari kedua tim. Tensi permainan pun tidak berubah pada babak kedua.

Memasuki menit pertengahan, Persib U-17 dapat mencuri gol di menit 59 melalui tendangan jarak jauh yang dilakukan pemain belakang Ahmat Yasirulloh. Tertinggal satu gol, Persimuba mencoba membalas.

Namun kokohnya barisan pertahanan Maung Ngora memaksa para pemain Persimuba harus bersabar untuk membuat gol balasan. Justru Maung Ngora yang kembali menambah keunggulannya menjadi 2-0 pada menit 70.

Lewat serangan balik yang cepat, gol kembali dicetak oleh pemain bertahan Persib U-17. Kali ini giliran Jujun Saepuloh yang mencatatkan namanya di papan skor.

Di sisa pertandingan, para pemain Persimuba bermain keras. Alhasil, di menit ke 73, Robbt Firli yang melakukan tackle keras terhadap pemain Persib diganjar kartu merah oleh wasit Hariyono. Hingga peluit akhir, skor 2-0 tidak berubah.

Adji mengatakan, para pemainnya cukup sabar meski pada babak pertama kesulitan menembus pertahanan lawan.

“Alhamduliah kami bisa memenangkan pertandingan ini, anak-anak tampil maksimal dan sabar ketika bermain,” katanya seusai pertandingan.

Sementara itu, pelatih Persimuba Danan Jaya menjadikan pertandingan ini sebagai pelajaran bagi anak asuhnya. Menurut Danan, anak asuhnya kalah teknik dan skill dari Persib. Dia juga mengatakan, tim lawan bisa memanfaatkan semangat homebase dan kolektifitas tim.

“Kami memang bertahan. Kami selama ini menekan di lini tengah. Babak kedua kurang disiplin, makanya kita kecolongan,” katanya.

Leave a Reply