Mantap! Emil Copot Jabatan 13 Anak Buahnya yang Melanggar

Oleh: JB-01

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – Wali Kota Bandung menunjukan ketegasannya dalam menindak anak buahnya yang nakal.

Tindakan tegas tersebut mengacu pada hasil investigasi Ombudsman yang menduga adanya praktik pungutan liar (pungli) di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Bandung.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil akhirnya mencobot jabatan 13 pegawai negeri sipil (PNS) eseleon IV di sejumlah SKPD dan kecamatan serta kelurahan.

“Saya sudah berhentikan 13 PNS sebagai hukuman dari hasil temuan Ombudsman dan memberi teguran keras untuk pejabat di atasnya. Hukuman ini sebagai efek jera,” tegas Emil kepada Jurnal Bandung di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Jumat (29/5).

Belajar dari kasus tersebut, ke depan, Emil akan membentuk tim detektif untuk mengawasi kinerja anak buahnya. Tim detektif, kata Emil, berisi orang-orang yang akan menyawar dan berpura-pura sebagai warga yang akan mengurus perizinan dan pelayanan publik lainnya.

“Ini sebagai sistem monitoring supaya tidak ada lagi pungli di Kota Bandung,” tegasnya.

Untuk diketahui, pada 2014 lalu, Ombudsman melakukan investigasi dalam pelayanan publik di SKPD di lingkungan Pemkot Bandung seperti di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Koperasi UKM Industri dan Perdagangan, serta 7 kecamatan dan 8 kelurahan.‬

‪Dari hasil investigasinya tersebut, Ombudsman menemukan potensi pungutan liar mencapai Rp1,6 miliar-Rp11 miliar. Hasil investigasi yang dilakukan sejak Desember 2014 juga dilengkapi dengan bukti rekaman yang memperlihatkan praktik nakal oknum PNS di Kota Bandung.‬


‪Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bandung Evi S Saleha membenarkan adanya sejumlah pejabat struktural eselon IV di tingkat kelurahan dan kecamatan yang dicopot dari jabatannya.

‪”Namun, bukan 13 orang, tapi 11 orang. Mereka diberhentikan, tapi bukan dipecat ya, hanya diberhentikan. Kemudian dipindah dari jabatan asalnya untuk dilakukan pembinaan,” jelas Evi.‬

‪Jika setelah dilakukan pembinaan tidak menunjukan perbaikan, maka mereka akan diberikan sanksi yang lebih berat.

“Kalau enggak berubah, kita beri sanki lebih berat,” tegasnya.

Leave a Reply