Ledia Hanifa: Libatkan Pemuda untuk Atasi Persoalan Bangsa!

Oleh: Redaksi

Foto Redaksi

Jurnal Bandung – Berbagai persoalan kini tengah dihadapi bangsa ini, mulai persoalan agama, politik, sosial, budaya, hingga pertahanan dan keamanan. Diperlukan sinergitas yang lebih baik antarkomponen bangsa agar berbagai persoalan tersebut bisa dipecahkan.

Anggota Komisi VIII DPR RI Ledia Hanifa Amaliah menyebutkan, salah satu komponen bangsa yang perlu lebih dilibatkan adalah generasi muda sebagai calon-calon pemimpin bangsa ini.

Menurut Ledia, generasi muda sudah seharusnya terlibat dalam pemecahan berbagai persoalan kebangsaan karena dipandang dari statusnya, mereka pun sama-sama berstatus sebagai warga negara.

“Di satu sisi, secara teori, masa hidup mereka kan lebih panjang dan mereka bakal menjadi tunas calon pemimpin. Jadi kita harus sejak awal mulai mempersiapkannya,” ujar Ledia kepada jurnalbandung.com seusai acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Hotel Mitra, Jalan Supratman, Kota Bandung, Rabu (24/8).

Ledia juga menilai, generasi muda menjadi kalangan yang perlu terus didorong untuk menjadi agen perubahan di negeri ini.

Oleh karena itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu berharap, sosialisasi empat pilar yang kini menjadi landasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), harus terus diberikan kepada pemuda secara mendetail.

Dalam sosialisasi yang diikuti ratusan pelajar SMA/SMK se-Bandung Raya itu, Ledia menambahkan, sosialisasi empat pilar kebangsaan memberi pengetahuan terkait makna empat pilar itu, mulai Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Supaya mereka paham seperti apa kehidupan berbangsa dan bernegara yang seharusnya. Karena mereka kan tidak hanya sekedar melihat contoh,” katanya.

Selain itu, generasi muda pun harus mendapat pendapampingan dalam mengimplementasikan empat pilar kebangsaan yang telah ditetapkan oleh founding father bangsa ini. Sehingga, dapat terpantau juga seperti apa pengembangannya.

“Generasi muda punya hak. Di sisi lain kan secara regulasi ada perkembangan dalam aturan di negara ini berupa amandemen. Jadi, harus beberapa kali disosialisasikan agar mereka juga memahami itu,” jelasnya.‬

‪Lebih lanjut, ke depan, Ledia pun menyarankan agar sosialisasi empat pilar kebangsaan ini kembali digencarkan, termasuk dengan merangkul komunitas. Dengan begitu, pemahaman makna negara ini bisa lebih optimal.

“Sepengetahuan saya, para remaja di Bandung dan Cimahi umumnya kan mereka mengikuti pendidikan di sekolah yang membahas mengenai kewarganegaraan, tinggal implementasinya. Intinya, saya fikir, generasi muda adalah unsur perubahan yang dominan di negeri ini,” tandasnya.

Leave a Reply