Laris Manis Pondok Gorengan Gandapura, 1 Kuintal Terigu Habis Dalam Sehari

Oleh: Ridwan Alamsyah

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – Bagi Anda pecinta gorengan, Pondok Gorengan Gandapura bisa menjadi pilihan yang recomended di Kota Bandung untuk mendapatkan dan menikmati camilan renyah ini.

Keistimewaannya, selain bercita rasa enak, Pondok Gorengan Gandapura mulai buka di pagi hari. Berbeda dengan penjual gorengan lainnya yang biasanya baru membuka lapaknya menjelang petang.

Pondok Gorengan Gandapura yang lokasinya tepat berada di perempatan Jalan Gandapura-Gudang Utara ini mulai buka pukul 06.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB atau hingga gorengan yang dijual habis.

Pondok Gorengan Gandapura ini dirintis pasangan Usep Abdul Majid dan Neng Martini sejak 2006 silam. Sejak awal, mereka memang sengaja membuka lapaknya sejak pagi hari, sehingga menjadi ciri khas yang membedakan dengan penjual gorengan lainnya.

“Alhamdulillah sekarang banyak langganan, yang dari Jalan Soka dan lainnya datang juga ke sini, jadi
teu keudah nguriling deui,” tutur Usep kepada Jurnal Bandung yang diamini isterinya, Jumat (22/5).

Usep mengungkapkan, awalnya dia dan isterinya berjualan gorengan secara berkeliling. Namun, berkat semangatnya yang menggebu untuk sukses ditambah dukungan sang isteri, kini Usep sukses dengan Pondok Gorengan Gandapuranya.

Bahkan, menurut Neng Martini, suaminya itulah yang menjadi penentu suksesnya bisnis keluarga ini. Menurut dia, Usep sendiri yang membuat adonan gorengan agar cita rasa gorengannya tetap terjaga.

“Aa anu masakna mah, dari mulai berbelanja bahan, memilih bahan sampai membuat adonan, semua dilakukan Aa. Da dibandingkeun sareng abdi, jago keneh si Aa masak mah,” tutur Neng Martini memuji suaminya itu.

Berkat kerja keras keduanya, Pondok Gorengan Gandapura kini sudah memiliki delapan orang pegawai. Bahkan, saking larisnya, sebanyak 1 kuintal terigu, yang merupakan bahan pokok gorengan, habis setiap harinya.

Di balik kesuksesan mereka, ada sesuatu yang tetap dipertahankan pasangan ini. Sejak awal merintis usaha hingga kini, mereka tetap setia berlangganan di toko dan kios bahan baku gorengannya.

“Dari awal kami berdagang sudah biasa belanja dan berlangganan. Meskipun sekarang banyak yang datang menawari (bahan baku) dengan harga yang lebih murah, tapi kami tetap belanja ke toko saat pertama kali kami merintis usaha,” ungkapnya.

Dengan memperlakukan orang lain seperti halnya kita ingin diperlakukan, menjadi filosofi yang selalu dipegang Usep dan Neng Martini. Dan hal itulah yang membuat Pondok Gorengan Gandapura semakin kuat seperti saat ini.

Dengan filosofinya itu juga, Usep dan Neng Martini mengaku tidak pernah kesulitan memperoleh bahan baku hingga bahan bakar, meskipun di saat elpiji langka seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Bahan baku hingga bahan bakar selalu diutamakan pemasoknya bagi Pondok Gorengan Gandapura ini.

Share This

Leave a Reply