Laporan Pertanggungjawaban PON-Peparnas Ditargetkan Rampung Akhir Maret 2017

Oleh: Bayu Wicaksana

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2016 Jawa Barat tengah menyusun laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kedua event tersebut.

Saat ini, sedang dilakukan pengumpulan berkas dan data dari seluruh pihak terkait untuk selanjutnya dilakukan verifikasi.

Ketua Harian PB PON dan Peparnas 2016 Iwa Karniwa mengatakan, saat ini, pihaknya menunggu laporan dari seluruh unsur, termasuk Sub PB PON dan Peparnas di 16 kabupaten/kota di Jabar yang menjadi tuan rumah.

Seluruh laporan tersebut akan diketahui secara lengkap sekitar satu bulan kemudian. Selanjutnya, hasil laporan akhir akan diserahkan ke Pemprov Jabar selaku pemberi hibah untuk pelaksanaan ajang olahraga empat tahunan ini.

“Nanti dilaporkan dalam laporan keuangan Pemprov Jabar 2016, yang diharapkan selesai 31 Maret 2017. Itu bagian dari pertanggungjawaban,” kata Iwa seusai penurunan bendera kontingen Peparnas 2016, di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Selasa (25/10).

Menurut Iwa, pihaknya memberikan waktu hingga dua pekan ke depan untuk mengumpulkan seluruh berkas dan data pertanggungjawaban.

“Sampai saat ini belum terkumpul secara keseluruhan, tapi secara bertahap beberapa sudah,” ucapnya.

Setelah terkumpul, laporan tersebut akan diaudit oleh Komite Pengawas Internal PB PON dan Peparnas 2016 yang terdiri dari inspektorat provinsi, BPKP, kepolisian, dan kejaksaan.

“Lalu kita kompilasi. Mungkin dibutuhkan dua minggu lagi,” katanya.

Pihaknya pun mengaku, sudah memberikan surat edaran ke semua unsur terkait agar segera melaporkan pertanggungjawaban ke PB PON dan Peparnas 2016.

Dalam surat itupun, dirinya mengaku sudah mengingatkan seluruh pihak yang terlibat agar melaporkan secara jujur dan transparan setiap transaksi yang dilakukan.

Selain itu, Iwa juga memastikan, mekanisme penganggaran berjalan sesuai aturan dan pedoman yang sudah digariskan oleh Ketua Umum PB PON dan Peparnas 2016.

“Dari awal kita dikawal, penganggaran maupun pencairan diverifikasi dulu baik oleh bagian verifikatur maupun oleh KPI,” paparnya.

Menurutnya, dana untuk pelaksanaan ini dialirkan ke sejumlah pihak. Selain PB PON dan Peparnas 2016, dana diberikan juga ke organisasi perangkat daerah provinsi terkait, instansi vertikal, dan bantuan keuangan ke kabupaten/kota.

Disinggung apakah ada penyimpangan terkait anggaran, Iwa mengaku, belum menerima laporan adanya hal tersebut. Kalaupun ada, Iwa memastikan, pelakunya akan ditindak tegas.

“Sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi. Tentunya bakal ditindak tegas kalau ada (penyimpangan),” katanya.

Lebih lanjut Iwa mengatakan, dalam pelaksanaan PON dan Peparnas ini pihaknya melakukan sejumlah efisiensi anggaran. Sehingga, kata Iwa, tidak seluruh anggaran yang disediakan habis terpakai.

“Anggaran tidak seluruhnya terpakai. Sebesar 80%-an, kita lakukan efisiensi di berbagai lini,” tandas Iwa

Share This

Leave a Reply