Langkah Emil di Pilgub Jabar Akan Sangat Berat

Oleh: Redaksi

BANDUNG – Kemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta diyakini berdampak besar terhadap Ridwan Kamil yang telah mendeklarasikan diri siap maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018.

Meski yakin melenggang di Pilgub Jabar, namun langkah Ridwan Kamil di ajang pesta demokrasi lima tahunan itu diprediksi akan sangat berat.

Pasalnya, Emil kini menghadapi efek kemesraan Gerindra-PKS yang sukses mengusung Anies-Sandi. Kondisi itu dinilai menjadi peringatan keras bagi Ridwan Kamil yang kadung memilih Partai NasDem sebagai kendaraan politiknya.

Direktur Eksekutif Indonesia Strategic Institute (Instrat) Jalu Pradhono Priambodo mengatakan, dukungan Partai NasDem tidak membawa dampak positif bagi Ridwan Kamil.

Lewat survei Instrat baru-baru ini, diperoleh kesimpulan bahwa masyarakat enggan menerima NasDem sebagai kendaraan politik Emil.

Selain NasDem, lebih dari 50% responden juga tak menghendaki Emil diusung PDIP disusul Hanura.

Di lain sisi, secara psikologis, Gerindra-PKS pun kini sangat berat kalau harus menerima pria yang akrab disapa Emil itu.

Apalagi, kemenangan Anies-Sandi di Pilkada DKI Jakarta telah memberikan kekuatan besar bagi duet parpol itu untuk menatap kemenangan di Pilgub Jabar 2018.

“Dukungan dari NasDem malah jadi momentum yang merugikan Emil,” ungkap Jalu di Bandung, Kamis (20/4).

Partai NasDem yang diprediksi kuat akan berkoalisi dengan PDIP dalam pengusungan Emil pun dinilainya takkan mampu mendongkrak elektabilitas Emil.

Terlebih, dalam beberapa pilkada, sosok-sosok yang dijagokan PDIP satu per satu tumbang.

Menurut Jalu, di level akar rumput (grassroot), kini sudah terbentuk sentimen negatif terhadap partai penguasa itu.

Bila benar Emil jadi diusung PDIP, kata Jalu, akan berat pula bagi Emil untuk meraih kemenangan karena besarnya penolakan di level grassroot.

Share This

Leave a Reply