Kontingen Pencak Silat Jabar Patok Target 5 Medali Emas PON

Oleh: Dadan Burhan AA

Foto Dadan Burhan AA
Foto Dadan Burhan AA

Jurnal Bandung – Kontingen Jawa Barat dari cabang olahraga (cabor) pencak silat menargetkan minimal meraih lima medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 yang akan berlangsung di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, September mendatang.

Pelatih pencak silat kontingen Jabar Ika Lesmana mengatakan, pihaknya berharap, para altlet pencak silat minimal bisa meraih lima medali emas dari target yang telah direncanakan.

Pasalnya, persiapan para atlet sudah 95 % mulai dari fisik hingga teknik. Bahkan, para atlet pencak silat sudah siap untuk bertanding.

“Tinggal 5 % lagi persiapannya kaya maintanance sama mengasah skill individual dan skill penggunaan senjata masing-masing, tinggal sebulan lagi,” ujar Ika kepada Jurnalbandung.com saat berkunjung ke PT Coca Cola Amatil Indonesia, di Kecamatan Cimanggung, Sumedang, Kamis (18/8).

Ika mengatakan, kontingen pencak silat Jabar terdiri dari 33 orang, yakni 24 orang atlet dan 9 orang pelatih. Ika optimistis jika kontingen pencak silat Jabar dapat menyumbang medali emas.

“Beberapa atlet yang ada di Kontingen Jawa Barat pernah menjadi juara dunia, di antaranya juara dunia kategori regu putra dan juara dunia kategori putri kelas B dan kelas C,” sebutnya.

“Untuk tempur pada PON nanti, kategori putra akan ikut di kelas tanding A hingga I, sedangkan putri di kelas tanding A hingga F. Maksud kelas A itu ditentukan berat badan. Yakni 45-50 kilogram, setiap kelas selisih 5 kilogram,” tambah Ika.

Kontingen pencak silat Jabar, kata Ika, akan menerjunkan atletnya pada kategori tunggal putra putri dan regu putra putri.

“Saat ini berkonsentrasi untuk meminimalisasi adanya atlet yang mengalami cedera dan semoga tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” harapnya.

Ika mengungkapkan, terkait fisioterapi bagi para atlet kini masih terus berjalan. Fisioterapi bagi atlet lebih difokuskan untuk pemulihan kondisi fisik dan stamina para atlet.

“Fisioterapi masih berjalan, apa pun kondisi atlet kalau terjadi cedera akan kami obati dan kami pelihara. Hasilnya seperti apa kita tetap siap tempur. Hanya untuk meminimalisasi saja,” pungkasnya.

Share This

Leave a Reply