Kampus IPB Kini Hadir di Kota Sukabumi

Oleh: Redaksi

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung РGubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan didampingi Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Herry Suhardiyanto meresmikan program studi di luar domisili IPB Sukabumi di Kampus Politeknik Sukabumi, Jalan Babakan Sirna Nomor 27, Benteng, Kota Sukabumi, Selasa (3/5).

Program studi di luar domisili (PDD) atau pendidikan multikampus merupakan program pendidikan tinggi yang dijalankan perguruan tinggi di luar domisili perguruan tinggi, sebagaimana dicantumkan dalam izin pendirian perguruan tinggi dan/atau izin penyelenggaraan program studi yang ditetapkan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

PDD ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 20/2011 tentang Penyelenggaraan Program Studi di Luar Domisili. PDD dibuat untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat di daerah dalam mengenyam pendidikan tinggi atau bangku kuliah di kampus-kampus negeri, khususnya yang ada di Jabar.

Dengan dibukanya PDD ini, diharapkan, daya tampung perguruan tinggi negeri (PTN) yang ada di Jabar semakin besar, khususnya untuk meningkatkan angka partisipasi kasar perguruan tinggi (APK-PT) masyarakat Jabar.

“Harapannya semakin besar daya tampung kampus-kampus kita, sehingga semakin banyak anak-anak SLTA kita yang bisa ditampung sebagai mahasiswa. Yang kedua, kampus-kampus negeri juga sebagai kontrol atas kualitas kampus-kampus swasta. Jadi IPB Sukabumi jadi kontrol atas kampus yang ada di sekitarnya,” jelas Ahmad Heryawan dalam keterangan tertulis yang diterima jurnalbandung.com, Rabu (4/5).

Selain IPB Sukabumi, lanjut Heryawan, tahun ini, rencananya akan dibuka juga PDD Institut Teknologi Bandung (ITB) di Cirebon dan tahun berikutnya akan dibuka pula PDD Universitas Padjadjaran (Unpad) di Pangandaran.

“Ke depan, ya kita juga memberi tugas lain di samping mengembangkan kampus IPB Sukabumi, juga membina perguruan tinggi yang ada di Sukabumi supaya kampusnya banyak, tapi kualitasnya tetap tinggi,” jelasnya.

Gubernur yang akrab disapa Aher itu menambahkan, untuk sementara, IPB Kampus Sukabumi akan menggunakan lokasi Kampus STIKES Kota Sukabumi. Nantinya, Pemprov Jabar pun akan menggelontorkan bantuan hingga Rp6 Miliar agar STIKES bisa membangun kampus di lokasi lain dan Kampus STIKES yang ada saat ini bisa digunakan penuh oleh IPB Sukabumi.

Saat ini, IPB Sukabumi memiliki lahan untuk pengembangan kampus seluas 11 hektare. Rencananya, akan dikembangkan lagi hingga 20-an hektare serta akan diintegrasikan dengan zona pengembangan agrobisnis di Kota Sukabumi untuk praktek mahasiswa peternakan dan pertanian.

IPB Sukabumi membuka empat program studi, yaitu program studi S-1 jurusan agronomi dan hortikultura, serta jurusan ekonomi pertanian, sumberdaya dan lingkungan. Sementara program keahlian diploma untuk jurusan teknologi dan manajemen ternak, serta jurusan teknologi produksi dan manajemen perikanan budidaya.

Untuk seleksi masuk program diploma, PDD IPB Sukabumi akan menggunakan jalur reguler (seleksi melalui tes tertulis). Jadwal pendaftaran mulai 1-31 Juli 2016. Informasi selengkapnya bisa diakses di http://pmb.diploma.ipb.ac.id.

Dan untuk program sarjana, PDD IPB akan menggunakan jalur ujian mandiri atau biasa disebut ujian talenta masuk IPB (UTMI). UTMI adalah salah satu cara penerimaan mahasiswa program sarjana IPB yang berbasis kepemimpinan, kewirausahaan, dan cinta pertanian.

Metode seleksi yang digunakan adalah ujian tulis. Pendaftaran dilaksanakan secara online melalui laman http://utm.ipb.ac.id dan pendaftaran mulai 11 Mei-9 Juni 2016.

Leave a Reply