Kampanye Sarapan Sehat di Tegallega Sedot Ribuan Orang

Oleh: Redaksi

Jurnalbandung.com – Sedikitnya 10.000 orang mengikuti kampanye Sarapan Sehat Sebelum Jam 9 yang digelar di kawasan Tegallega, Kota Bandung, Minggu (5/2). Acara tersebut bertujuan untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya sarapan sebelum beraktivitas.

Kampanye Sarapan Sehat Sebelum Jam 9 merupakan bagian dari Pekan Sarapan Nasional yang telah dimulai sejak 2013 lalu. Memasuki tahun 2017, Kampanye Sarapan Sehat Sebelum Jam 9 kembali digulirkan dengan target peserta hingga 200.000 orang dari Sabang sampai Merauke.

Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia Hardiansyah mengatakan, permasalahan kekurangan gizi sarapan masyarakat Indonesia telah menjadi perhatian utama pihaknya. Pasalnya, berdasarkan kajian Pergizi, 7 dari 10 anak di Indonesia masih kekurangan gizi.

Padahal, sebagai generasi penerus, anak-anak seharusnya mendapatkan asupan pangan bergizi, sehingga terbentuk generasi penerus yang sehat dan cerdas. Ironisnya, masyarakat Indonesia, baik orang tua maupun anak-anak terkadang melupakan sarapan.

“Ada yang sarapan tapi secuil atau hanya minum. Akibatnya, perut akan keroncongan dan pusing. Bagi anak-anak, mereka akan lesu, tidak ceria, dan sulit menerima pelajaran di sekolah,” papar Hardiansyah di sela-sela kegiatan.

Guru Besar IPB dan Doktor lulusan University of Queensland ini menjelaskan, sarapan bisa dikatakan sehat jika memenuhi dua syarat utama, yakni waktu yang tepat dan komposisi gizi yang tepat dan aman. Waktu sarapan yang tepat adalah pagi hari atau sebelum jam 9 pagi dimana kondisi gizi tubuh mulai menurun setelah berpuasa 10-12 jam.

“Sedangkan komposisi sarapan yang tepat adalah harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, dan mineral serta air,” ungkapnya seraya menyebutkan, sarapan yang baik adalah sarapan yang dapat memenuhi minimal 1/4 kebutuhan gizi harian.

Masih di tempat yang sama, perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Ulul Albab menambahkan, sarapan yang baik harus mengandung zat cair dan zat padat. Kombinasi tersebut, menurutnya, dapat menunjang metabolisme yang diperlukan tubuh. Sarapan sehat juga harus dengan komposisi yang benar, tidak hanya banyak, tetapi juga harus mengandung gizi yang tepat.

“Dalam jangka panjang, manusia akan kekurangan zat gula jika melupakan sarapan. Akibatnya, metabolisme tubuh terganggu, konsentrasi berkurang dan cepat lelah, bahkan berpotensi menderita obesitas,” bebernya.

Sementara itu, Goesnawan, Marketing Director PT Mayora Indah selaku produsen makanan siap saji Energen mengatakan, kampanye Sarapan Sehat Sebelum Jam 9 yang digelar pihaknya berawal dari fakta masih tingginya permasalahan kekurangan gizi di Indonesia.

Sejak 2015, pihaknya telah menginisiasi keseriusan untuk mendidik masyarakat tentang pentingnya sarapan sehat dengan menggelar kampanye Sarapan Sehat Sebelum Jam 9 di berbagai kota di seluruh Indonesia. Dan memasuki tahun 2017, pihaknya juga akan terus konsisten menggelar kampanye tersebut.

“Gerakan ini bertujuan agar masyarakat care sarapan sehat sebelum jam 9, apalagi untuk anak-anak. Sebab, anak-anak adalah generasi penerus yang harus mendapatkan asupan sarapan bergizi agar mereka berprestasi,” pungkasnya.

Leave a Reply