Kalau ke Luar Rumah, Jangan Lupa Bawa KTP!

Oleh: Ridwan Farid

Foto net
Foto net


Jurnal Bandung РAparat gabungan yang terdiri dari petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), kepolisian, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar operasi yustisi, Kamis (26/3). Puluhan petugas gabungan tersebut mulai bergerak sejak pukul 10 pagi dan menyisir sejumlah ruas jalan yakni Jalan Braga, Pecinan Lama, Banceuy, dan ABC. Petugas meminta warga untuk menunjukan kartu tanda penduduk (KTP).

Bahkan, rumah kost di Jalan Banceuy Nomor 40A pun menjadi sasaran operasi. Seperti diketahui, rumah kos di Jalan Banceuy Nomor 40A tersebut sempat tersohor lantaran diduga menjadi tempat prostitusi.

Alhasil, sebanyak 28 warga terjaring razia karena tidak bisa menunjukan KTP-nya. Warga yang tidak mampu menunjukan KTP digiring untuk menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring).

“Dari hasil operasi yustisi ini kebanyakan warga tidak membawa KTP. Alasannya bermacam macam ada yang tertinggal, belum diperpanjang. Namun semua kita bawa ke meja PPNS untuk menjalani sidang tipiring. Bagi yang tidak membawa KTP kita kenakan denda Rp50 ribu,” ujar Kepala Disdukcapil Popong W Nuraeni kepada Jurnal Bandung di sela-sela operasi yustisi.

Popong mengungkapkan, operasi yustisi merupakan kegiatan rutin yang digelar Disdukcapil Kota Bandung. Selain melakukan pemeriksaaan KTP, kata Popong, operasi ini pun menjadi sarana pendidikan bagi masyarakat terkait pentingnya membawa KTP.

“Contoh begini kalo ada apa-apa di jalan, yang dicari kan KTP dulu. Kegiatan ini juga menjadi sarana pendidikan¬†buat masyarakat bahwa KTP itu penting. KTP itu harus selalu ada di dompet, saat melangkah ke keluar rumah KTP harus melekat. Makanya selain memeriksa KTP, kita juga memberikan pembinaan, dikasih pengarahan,” jelasnya.

Salah seorang warga yang terjaring operasi yustisi Tety Fatimah, 50, mengaku lupa tidak membawa KTP.

“Saya mau belanja beli keramik. Pas ada petugas nanya KTP, saya lupa membawa KTP. Ya sama petugas langsung dibawa ke sini bayar denda Rp50 ribu,” ujar warga Dayeukolot ini.

Share This

Leave a Reply