Kaisar Jepang Akihito Terpikat Khasiat Buah Kesemek

Oleh: Redaksi

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – Awalnya, Prof Ir Moch Sudjana PhD meneliti khasiat buah kesemek untuk memperbaiki sel-sel diabetes saja. Namun, setelah diformulasikan selama kurang lebih 180 hari, dia mendapat fakta lain bahwa buah kesemek ternyata bisa menurunkan tekanan darah, meningkatkan stamina dan vitalitas, hingga mengobati segala jenis penyakit.

Kesuksesannya mengembangkan khasiat buah kesemek, ternyata memikat hati Kaisar Jepang Akihito. Bahkan, gelar sensei pun disebut-sebut akan disematkan Kaisar kepada profesor yang akrab disapa Kang Jana ini. Kini, Kang Jana pun tengah berada di Jepang untuk mempresentasikan khasiat buah kesemek kepada para peneliti dan praktisi kesehatan Jepang.

Menurut Kang Jana, ketertarikan Negeri Sakura terhadap hasil penelitiannya tak lepas dari khasiat kesemek yang memang luar biasa. Meskipun nama, bentuk, dan wujudnya kalah pamor dibandingkan jenis buah lain. Namun, khasiat yang terkandung di dalamnya membuat kesemek memiliki keistimewaan tersendiri.

Lewat pesan blackberry-nya yang dikirim langsung dari Jepang, Kang Jana mengungkapkan bahwa para peneliti dan praktisi kesehatan di Jepang sangat antusias mengetahui khasiat buah yang banyak tumbuh di Garut dan Majalengka ini.

“Kerja sama sudah mulai disepakati, bahkan Jepang mengucapkan terima kasih karena karena buah kesemeknya bisa tertolong, tidak terbuang percuma,” ungkap Kang Jana melalui pesan blackberry-nya kepada Jurnal Bandung, Jumat (6/11).

Di Jepang, Kang Jana berkunjung ke Hashimoto, sebuah kota yang memang banyak ditumbuhi pohon kesemek. Menurutnya, kesemek sendiri sebenarnya bukanlah buah yang asing bagi warga Jepang. Namun, di Jepang, kesemek banyak terbuang percuma.

“Kalau di Jepang, kesemeknya besar-besar dan manis. Sementara di Indonesia kecil-kecil dan sepat,” sebut Kang Jana.

Kang Djana menuturkan, dalam meneliti khasiat buah kesemek, kearifan lokal berupa cerita-cerita tentang khasiat buah kesemek tidak pernah diabaikan. Bahkan, kearifan lokal bisa dibilang menjadi basis penelitiannya.

“Pada intinya, penelitian yang saya lakukan adalah mengangkat bentuk alamiah menjadi bentuk ilmiah dan akhirnya menjadi teknologi tinggi,” ungkap Kang Jana.

Leave a Reply