KA Cepat, Banjir, hingga Tol Soroja Jadi Prioritas, Dadang Naser-Gun Gun Gunawan Langsung Tancap Gas

Oleh: Dadan Burhan AA

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – Ribuan warga dan tokoh masyarakat, pengusaha, serta pejabat dari berbagai instansi di Kabupaten Bandung memadati Bale Rame Sabilulungan untuk menyambut Bupati dan Wakil Bupati barunya Dadang M Naser dan Gun Gun Gunawan. Acara penyambutan pun dimeriahkan pentas seni dan budaya serta festival kuliner Sunda.

Dadang M Naser dan Gun Gun Gunawan kini menjabat Bupati Bandung dan Wakil Bupati Bandung periode 2016-2021 yang sebelumnya dipercayakan sementara kepada Pery Soeparman sebagai Penjabat Bupati Bandung. Jabatan tersebut diserahterimakan di Bale Rame Sabilulungan, Soreang, Kamis (18/2).

Di hari pertama kerjanya itu, Dadang M Naser yang langsung bertugas di kompleks perkantoran Pemkab Bandung mengatakan, segera menggelar rapat dengan Pemprov. Jawa Barat untuk membahas pembangunan rute dan stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung, pembangunan tol Tegalluar-Majalaya, dan penanganan lingkungannya.

“Besok lusa saya bersama wakil akan mengikuti rapat dengan Provinsi Jabar mengenai pembangunan tol dari Tegalluar ke Majalaya. Syarat pembangunan di Tegalluar itu, kalau ada yang mau investasi, harus memberikan 10% lahannya untuk dibuat danau,” ungkap Dadang kepada Jurnal Bandung.com saat ditemui seusai serah terima jabatan.

Dadang mengungkapkan, lahan seluas 420 hektare di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, akan digunakan untuk pembangunan stasiun dan rute kereta cepat Jakarta-Bandung. 10% lahan di antaranya wajib dijadikan danau.

Selain itu, di sekitar sepanjang Tol Tegalluar-Majalaya akan dibuat danau.
Danau retensi atau resevoir, katanya, wajib dibangun untuk menanggulangi banjir yang kerap melanda daerah tersebut. Pembangunan danau dan kanal, juga akan menjadikan kawasan itu menjadi indah dan dapat dimanfaatkan sebagai tempat wisata.

Penanganan banjir ini, lanjut Dadang, terus dilakukan di berbagai wilayah di Kabupaten Bandung. Bahkan, khusus untuk penanganan banjir di kawasan timur, pihaknya akan menggandeng Pemkab Sumedang sebagai pemilik kawasan hulunya.

“Kerusakan lingkungan di hulu mulai kami atasi, sehingga kini banjir tidak berdampak besar, meskipun masih ada. Kami meminta Perhutani dan PTPN sebagai pemilik lahan hutan dan perkebunan untuk menjaga kawasannya, jangan sampai ditanami sayuran. Cukup saja bekerja sama dengan warga untuk menanam kopi,” bebernya.

Dadang juga menyebutkan, akan fokus melaksanakan pembangunan di setiap desa. Menurut dia, masing-masing desa memiliki anggaran antara Rp500 juta sampai Rp 1,7 miliar. Karenanya, pembangunan di perdesaan harus direncanakan dan diawasi sebaik mungkin, sehingga pembangunan di Kabupaten Bandung akan merata.

Tidak hanya itu, dalam menghadapi penyelenggaraan PON 2016 yang tinggal beberapa bulan lagi, pihaknya akan akan memberikan pembinaan kepada para pelaku industri kreatif di Kabupaten Bandung agar event olahraga terbesar di Indonesia itu bisa memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat Bandung.

Dadang menambahkan, sebagai dukungan terhadap pelaksanaan PON, pembangunan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) pun akan terus diakselerasikan. Seperti diketahui, Tol Soroja akan menjadi akses utama menuju Stadion Si jalak Harupat.

“Saya tidak akan muluk-muluk membuat janji, cukup melanjutkan yang periode sebelumnya. Infrastruktur yang 90% sudah mantap ditingkatkan lagi, juga peningkatan SDM, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan desa. Yang paling berat saat ini masalah sampah dan lingkungan. Harus ditangani lebih baik,” ujarnya.

Pantauan jurnalbandung.com. Selama penyelenggaraan acara tersebut, Jalan Al Fathu ditutup. Alhasil, gerbang utama menuju kompleks perkantoran Pemkab Bandung dan Masjid Al Fathu pun tertutup untuk umum. Warga yang hendak mendapatkan pelayanan publik di kompleks perkantoran tersebut masuk melalui gerbang belakang.

Leave a Reply