Jutaan Calon Pemilih Fiktif Bergentayangan di Jabar

Oleh: Redaksi

Jurnalbandung.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat mendeteksi sekitar tiga juta calon pemilih fiktif di Jawa Barat. Kondisi itu dikhawatirkan mengancam suksesi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018.

‪Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto mengungkapkan, berdasarkan kajian Bawaslu Jabar dari pemilihan umum (pemilu) ke pemilu, pemilih fiktif kerap ditemukan dalam ajang pesta demokrasi di Jabar.

“Jumlahnya tidak sedikit. Berdasarkan kajian kami, selisihnya tembus dua hingga tiga juta orang,” ungkap Harminus di Bandung, Jumat (31/3).

‪Harminus menjelaskan, pemilih fiktif adalah pemilih yang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT), namun tidak lagi memenuhi syarat sebagai pemilih, sehingga nama-nama pemilih ini tidak jelas keberadaannya atau tidak dikenal dan lain-lain.

“Data pemilih ini akhirnya fiktif atau menjadi pemilih jadi-jadian, tidak ada orangnya namun namanya bergentayangan dalam daftar pemilih,” paparnya.

Pihaknya khawatir, keberadaan pemilih fiktif ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memanipulasi data demi keuntungan pihak-pihak tertentu.

“Fenomena ini juga mengancam pelaksanaan Pilgub Jabar 2018 dan Pilkada Serentak 2018 di 16 kabupaten/kota di Jabar,” katanya.‬

‪Dalam pelaksanaan pilkada serentak di tiga kabupaten/kota di Jabar 2017 lalu saja, ribuan pemilih fiktif juga ditemukan. Dia mencontohkan,  di Kabupaten Bekasi, sekitar 36.000 pemilih fiktif terdata oleh Bawaslu.

“Ini harus jadi perhatian semua pihak,  terutama dinas kependudukan di seluruh kabupaten/kota di Jabar,” tegasnya.‬

Leave a Reply