Jelang Peringatan KAA, Emil Habis-Habisan Benahi Bandung

Oleh: Ferry Prakosa

Foto oleh: Ferry Prakosa
Foto oleh: Ferry Prakosa


Jurnal Bandung – Menyambut peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60, April mendatang, segala bentuk persiapan dilakukan Pemkot Bandung agar agenda tahunan yang dihadiri petinggi negara-negara di kawasan Asia Afrika itu berjalan sukses.

Untuk mewujudkannya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengajak warga Kota Bandung untuk turut berpartisipasi.

“Saya minta semua warga ikut berpartisipasi menyambut KAA, minimal dalam bentuk dekorasi,” ucapnya kepada Jurnal Bandung, di Kawasan Taman Tegallega, Kota Bandung, Senin (26/1).

Selain meminta warga untuk berpartisipasi, Wali Kota yang akrab disapa Emil ini mengatakan, Pemkot Bandung sendiri menyiapkan banyak hal, termasuk percepatan perbaikan trotoar dan jalan jalan di kawasan Braga. Sebab, kata Emil, peringatan KAA ini akan menjadi perhatian dunia.

“Puncak acaranya memang akan digelar di Bandung, jadi kita harus persiapkan sebaik mungkin,” kata Emil.

Salah satu puncak acara dalam gelaran tersebut, lanjut Emil adalah Asia Afrika Karnaval. Dalam acara itu, akan disajikan berbagai macam tarian dan pertunjukan kebudayaan berupa pagelaran musik tradisonal dari negara-negara tetangga dan negara peserta KAA.

“Setiap negara kan punya bunyi-bunyian yang berbeda, jadi bisa ditampilkan semua di 24 April nanti,” terangnya.

Selain mempercepat pengerjaan trotoar, Pemkot Bandung juga berencana menyulap Taman Tegallega. Seperti diketahui, di taman ini, terdapat prasasti penanaman pohon oleh perwakilan negara-negara Asia Afrika.

Emil menyebutkan, untuk mempersiapkan acara besar tersebut, pihaknya membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Dia pun optimistis persiapan tersebut akan segera selesai, meskipun tanpa harus melalui proses lelang.

“Karena ada Kepres (Keputusan Presiden) yang membolehkan melakukan kegiatan tanpa proses lelang untuk persiapan perhelatan
internasional agar pengerjaan bisa lebih cepat,” jelasnya.

Emil akan membenahi Taman Tegallega dengan menata dan menambah tanaman serta pepohonan. Selain itu, pihaknya juga akan memperbanyak keberadaan mushala dan toilet.

“Taman Tegallega ini memang akan kita renovasi besar-besaraan, tapi masih menunggu kalkulasi desain dan anggarannya,” terang Emil.

Suami dari Atalia Kamil ini berjanji menjadikan Taman Tegallega sebagai taman belajar. Taman akan didesain sedemikian rupa agar nyaman dipakai untuk belajar misalnya dengan menyediakan bangku-bangku, tempat yang teduh, dan wifi dengan koneksi cepat.

“Itulah pentingnya membuat taman tematik, untuk membuat pengunjung
lebih banyak. Kalau hanya jalan-jalan saja kan tidak banyak pengunjungnya,” tandasnya.

Share This

Leave a Reply