Jelang dan Saat Ramadhan, 200 Ekor Sapi Dipotong Setiap Harinya

Oleh: JB-02

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – Kebutuhan daging sapi menjelang dan saat Ramadhan di Kota Bandung diprediksi meningkat hingga 100%.

Di hari biasa, sapi yang dipotong di rumah potong hewan (RPH) Kota Bandung hanya sekitar 90-100 ekor setiap harinya. Namun, saat Ramadhan, jumlahnya bisa dua kali lipat.

“Mulai H-3 biasanya ada peningkatan. Biasanya 90-100 ekor per hari, nah menjelang Ramadhan dan saat Ramadhan itu bisa meningkat 100% atau sekitar 200 ekor setiap harinya,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Bandung, Elly Wasliah kepada Jurnal Bandung, Kamis (4/6).

Elly melanjutkan, sapi-sapi yang dipotong di RPH Kota Bandung mulai sapi lokal hingga impor didatangkan dari luar Kota Bandung.

“Hampir 90% sapi impor itu dari Australia dan New Zealand. Sementara sisanya sapi¬†lokal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur,” sebutnya.

Untuk memberikan jaminan keamanan terhadap daging sapi yang dikonsumsi masyarakat Bandung, pihaknya memperketat pengiriman sapi dari luar kota yang masuk ke RPH Kota Bandung. Sapi-sapi tersebut wajib dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

“Petugas dari RPH juga harus memeriksa kondisinya, apa ada penyakit atau tidak. Kami periksa kesehatan semua ternak yang masuk ke sini,” tegasnya.

Elly melanjutkan, sejauh ini, stok kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) menjelang Ramadhan di Kota Bandung dalam kondisi aman. Masyarakat pun diminta tidak meresahkan ketersediaan pangan.

“Sudah kita persiapkan sebelumnya. Untuk stok pangan menjelang Ramadhan baik itu beras, daging, sayuran, dan telur dalam kondisi siap dan aman,” tegas Elly.

Elly menambahkan, hingga kini, pihaknya pun belum menerima laporan terkait adanya lonjakan harga kebutuhan pokok. Secara umum, kata Elly, harga kebutuhan pokok masih dalam kondisi stabil.

“Sampai saat ini saya belum menerima laporan adanya lonjakan harga di pasar, masih relatif aman dan stabil. Jika lonjakan harga pangan di bawah 30% dianggap masih wajar. Kita berharap kalaupun naik, masih dalam batas wajar,” katanya.

Sementara itu, khusus untuk beras, pihaknya telah menyiapkan operasi pasar sebagai antisipasi jika lonjakan harga beras menjelang Ramadhan naik hingga 15%.

“Kami pantau situasi di lapangan. Kalau di atas 15%, kami ada operasi pasar, tapi kalau masih di bawah tidak perlu,” ucapnya.

Leave a Reply