Jaringan Induk Gas Bumi Bandung Raya-Majalengka Sepanjang 185 Kilometer Segera Dibangun

Oleh: Redaksi

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – 2016 mendatang, PT Pertamina Gas (Pertagas) akan membangun jaringan induk gas bumi dari Bandung Raya hingga Majalengka sepanjang sekitar 185 kilometer.

Pembangunan pipa transmisi dan distribusi gas bumi tersebut bertujuan untuk mendukung upaya diversifikasi bahan bakar dari batu bara ke gas bumi. Seperti diketahui, industri di kawasan Bandung Raya kini lebih dominan menggunakan batu bara sebagai sumber energinya.

Untuk merealisasikan hal itu, PT Pertagas juga menggandeng PT Jasa Sarana, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Jabar. Kerja sama tersebut dijalin menyusul masuknya kawasan Bandung Raya ke dalam pengembangan rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional yang digagas pemerintah pusat.

“MoU (memorandum of understanding/perjanjian kerja sama) sudah ditandatangani dengan direktur utama PT Pertagas. Setelah itu, selama 6 bulan kita lakukan kajian-kajian, UPL dan UKL. Kemudian perizinan dari persero diharapkan 3 bulan akan selesai,” ungkap Vice President Business Development PT Pertagas Indra Setyawati dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnal Bandung.

Tahun depan, lanjut Indra, ditargetkan akan dimulai penjajakan segala hal perizinan yang menyangkut pembangunan infrastruktur (pipanisasi). Bila berjalan lancar dan sesuai target, pembangunan jaringan transmisi dan distribusi gas bumi di Bandung Raya akan mulai dibangun akhir 2016 mendatang.

Diakuinya, pembebasan lahan menjadi salah satu penghambat realisasi pembangunan. Untuk mengatasi hal itu, pihaknya sengaja menggandeng PT Jasa Sarana.

“Pembebasan lahan merupakan kendala yang paling besar, makanya kita gandeng PT Jasa Sarana dengan memanfaatkan lahan jalan tol,” terangnya.

Indra melanjutkan, panjang keseluruhan infrastruktur transimisi dan distribusi gas bumi tersebut mencapai 185 km dengan kapasitas energi yang dihasilkan mencapai sekitar 300 mmscfd.

“Jadi rencana pipa itu ada dua bagian yakni jalur Dawuan-Bandung itu sekitar 82 km, bisa ikut jalan tol atau rel kereta api. Di sini banyak kawasan industri, Bandung, Cimahi, sampai ke rencana Bandara Kertajati. Kedua rencana pipa Bandung-Majalengka sekitar 103 km,” sebutnya.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jabar Sumarwan HS menyambut baik rencana tersebut.

“Kami memfasilitasi pengembangan pemanfaatan gas bumi di Jabar ini, karena ini bisa mengurangi pemakaian energi batu bara yang selama ini banyak digunakan oleh pelaku industri,” katanya.

Share This

Leave a Reply