Iuran BPJS Kesehatan Naik, Deddy Mizwar: Gak Haram Asal Jelas Untuk Apa‬

Oleh: Yuga Khalifatusalam

Foto net
Foto net

‪Jurnal Bandung – Rencana pemerintah menaikan iuran BPJS Kesehatan pada April mendatang mendapatkan tanggapan dari Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

Menurut Deddy, rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini harus disertai alasan yang jelas. Dengan begitu, masyarakat pun akan paham terhadap kebijakan tersebut.‬

“Kalau tidak dinaikan lantas tidak terlayani dengan baik. Yang jelas harus transparan kenapa dinaikan. Enggak haram BPJS dinaikan, asal jelas untuk apa,” ucap Deddy kepada jurnalbandung.com di Gedung Sate Bandung, Selasa (29/3).‬

‪Deddy pun tidak menampik kerugian yang dialami BPJS kesehatan. Bahkan, nilai kerugiannya mencapai triliunan rupiah. Namun begitu, lanjut Deddy, BPJS Kesehatan pun harus mampu meningkatkan pelayanan saat iuran dinaikan.

‪”Boleh kita bayar lebih mahal, tapi pelayanannya juga harus lebih baik. Dan kedua bisa menyentuh pokok persoalannya kenapa masyarakat banyak yang sakit. Di situ juga harus dibenahi,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Yomanius Untung menambahkan, kebijakan pemerintah yang akan menaikan iuran BPJS Kesehatan dinilai kurang tepat dilakukan.‬

‪”Harusnya ditunda dan dikaji ulang karena selama ini masyarakat banyak mengeluhkan layanan BPJS Kesehatan,” katanya.‬

Untung menilai, pelayanan BPJS Kesehatan memang banyak dikeluhkan masyarakat, bahkan rumah sakit pun banyak yang mengeluhkan proses pencairan dari BPJS Kesehatan. ‬

‪”Hal ini jadi alasan signifikan terkait kenaikan. Makanya saya usulkan penundaan sampai waktu yang sangat tepat,” tegasnya. ‬

Lebih lanjut dia mengatakan, terkait dengan masalah defisit keuangan BPJS Kesehatan yang mencapai triliunan rupiah, hal itu sebetulnya bisa diatasi dengan optimalisasi kepesertaan. ‬

Terlebih, lanjut Untung, saat ini sekitar 60% karyawan BUMN pun belum menjadi peserta BPJS Kesehatan. ‬

“Jadi kalau memang defisit itu bisa di back up dengan APBN, kalau tidak bisa, pakai saja dana talangan,” tandasnya.

Leave a Reply