Industri Vape Hasilkan Rp 1 Triliun/Tahun untuk Negara

Oleh : Redaksi

Jurnalbandung.com – Industri vape (rokok elektrik) di Indonesia semakin berkembang pesat. Perwakilan Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Bernaldi Djemat mengatakan industri vape di Indonesia sangat menguntungkan, terbukti bisa memberikan kontribusi kepada negara sebesar Rp 1 triliun pertahun.
“Setelah ada cukai untuk vape, jumlahnya (pengguna) terus meningkat. Tahun ini kotribusi (dari cukai) Rp1 triliun, tahun depan diperkirakan bisa Rp2 triliun,” katanya kepada wartawan saat ditemui di Bandung, Rabu (4/12).
Meski sudah legal dan mampu memberi kontribusi pajak, dia mengeluhkan masih adanya perlakuan berbeda terhadap industri vape. Salah satunya dengan adanya penyebarluasan informasi yang keliru terkait vape.
Selain itu, wacana pelarangan rokok elektrik inipun terus digulirkan. “Kita lihat, banyak berita negatif,” katanya.
Padahal, di luar negeri seperti Inggris, pemerintahnya sudah menjamin keamanan vape. “Di Inggri, banyak pasien rumah sakit tapi masih ingin ngerokok, menyempatkan diri keluar bawa infus. Makanya (di Inggris) disediakan toko vape di rumah sakit,” katanya.
Di tempat yang sama, anggota Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo, menilai hal yang sama. “Industrinya terus berkembang, semakin banyak,” katanya.
Dia pun menilai positif adanya pemasukan untuk kas negara dari perdagangan rokok elektrik ini. Oleh karena itu, dia memastikan perlu perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan industri ini.

“Karena perkembangannya cepat, perlu perhatian dari segi perdagangannya, kesehatannya. Di inggris katanya vape 95% lebih aman dibanding dengan rokok biasa,” katanya.
Dia meminta pemerintah melakukan riset-riset untuk memastikan hal ini. “Ini untuk kepentingan kita sendiri. Agar kita punya data, melalui riset yang independen,” katanya.

Leave a Reply