Hindari Longsor dan Banjir, Aher Bebaskan Warga Tempati Aset dan Lahan Milik Pemprov Jabar

Oleh: Redaksi

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mempersilakan warganya untuk menempati lahan milik Pemprov Jabar jika tempat tinggalnya rawan longsor dan banjir.

Seperti diketahui, bencana banjir dan longsor kerap menghantui Jabar seiring masuknya musim penghujan. Bahkan, hampir setiap tahun, terjadi bencana alam yang kerap merenggut korban jiwa.

Aher, sapaan akrab Gubernur pun mengimbau warga agar selalu waspada. Bahkan, dia menyatakan, Jabar kini dalam status waspada 1 bencana alam, terutama banjir dan longsor.

Menurut Aher, kondisi tanah di Jabar yang subur membuatnya sangat rentan lonsor. Terlebih, para petani pun biasanya membuka lahan baru yang tidak jauh dari lahan yang telah dijadikannya sebagai lahan bercocok tanam. Sehingga, lahan garapan pun kerap mengalami pergeseran.

“Bagi para petani penggarap di lahan perbukitan, ketika longsor terjadi, mereka kemudian berpindah ke lahan baru sisa longsor. Mereka biasa menghadapinya, karena tanah subur memang berpindah-pindah. Tapi dalam waspada 1 ini, rumah di bawah lokasi rawan longsor lah yang kami imbau segera pindah,” beber Aher.

Jika kondisinya memungkinkan, lanjut Aher, warga yang tempat tinggalnya rawan longsor bisa menempati lahan dan aset milik Pemprov Jawa Barat. Namun, diakui Aher, aset dan lahan milik Pemprov Jabar tersebut tidak terdapat di setiap kabupaten/kota. Sehingga, kata Aher, dibutuhkan kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota.

“Yang terpenting itu tidak ada manusia dan perumahan di sekitar kawasan yang berbahaya atau rentan longsor,” tegas Aher.

Sementara itu, Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) Jabar menyebutkan, terdapat lima wilayah rawan longsor di Jabar, yakni Kabupaten Garut, Tasikmalaya, Bandung Barat, Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi.

Kepala BPBD Jabar Haryadi Wargahadibrata mengatakan, pergerakan tanah di wilayah tersebut cenderung aktif, terlebih kontur tanahnya juga berupa perbukitan dan tebing.

“Kami terus memantau kawasan tersebut setiap saat, dengan cara melihat langsung atau berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota. Kami juga menyiapkan antisipasi, salah satunya jalur evakuasi dan alat tanggap bencana di setiap BPBD kabupaten/kota di Jabar,” sebutnya.

Leave a Reply