Gubernur Ajak Alumnus IPB Bangun Jabar Bersama-sama

Oleh: Yuga Khalifatusalam

Jurnalbandung.com – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengajak kepada seluruh alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk ikut memajukan Jawa Barat bersama-sama. Menurut pria yang akrab disapa Aher ini mengatakan masyarakat Jawa Barat membutuhkan curahan pemikiran para alumnus IPB.

“Idealisme itu sedikit mencair boleh saja, tapi mencairnya jangan menghilang, tapi berubah dalam bentuk lain dengan keilmuan lain,” ujar Aher usai Pengukuhan dan Pelantikan DPC HA-IPB Kota/Kabupaten se Jawa Barat periode 2017-2021 di Gedung Sate, Bandung, Jumat (14/4).

Dia menilai, dengan keilmuan yang diajarkan di IPB, meskipun alumni IPB tidak semua bekerja di bidang pertanian sambung Aher, seharusnya tetap memiliki orientasi pangan dalam semua kebijakannya, baik dalam kegiatan pembangunan infrastruktur, birokrat ataupun pekerjaan lain yang harus berbasis green building karena hal tersebut yang menjadi pembeda antara lulusan IPB dengan lulusan universitas lain.

“Sumber kemakmuran itu adalah lahan yang terpelihara kelestariannya dan ilmu pengetahuan untuk menggunakannya,” umbuhnya.

Lulusan IPB yang tersebar di Indonesia kata dia, seharusnya menjadi sesuatu yang menguntungkan untuk keadaan pangan nasional. Dengan latar belakang pendidikan pertanian, sedikit banyak lulusan IPB akan tetap memikirkan permasalahan pangan yang akhir-akhir ini banyak bermasalah di Jawa Barat, umumnya di Indonesia. Sebab lanjut dia, krisis yang akan sangat berbahaya untuk kehidupan manusia bukan krisis energi, justru yang akan mengancam kehidupan manusia adalah krisis pangan dan krisis air.

“Kita sebagai IPB kita harus memikirkan hulu, yang berkenaan dengan lahan lingkungan, yang akhirnya akan bermuara pada permasalahan air dan pangan,” jelasnya.

Rumusan kesejahteraan menurut Aher adalah bagaimana negara menghadirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dengan mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengelola sumber daya alam yang melimpah, sehingga dengan langkah tersebut akan menciptakan kedaulatan pangan.

“Krisis yang membahayakan adalah krisis air dan pangan, pangan ada kaitannya dengan ketersediaan air, tanpa air tidak ada pangan, sehingga untuk menyelamatkan alam adalah menyelamatkan air untuk ketersediaan pangan,” pungkasnya.

Share This

Leave a Reply