Geram Aktivitas Tambang Baru Bermunculan, Pemkab Garut Tuntut Konsistensi Pemprov Jabar

Oleh: Bayu Wicaksana

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – Bupati Garut Rudy Gunawan menyesalkan adanya aktivitas tambang di kawasan Tutugan Leles, Kabupaten Garut. Pihaknya pun mengaku geram dengan adanya aktivitas tambang yang menurutnya telah diizinkan oleh Pemprov Jawa Barat.

“Kami warga Garut geram. Di Tutugan Leles ada (aktivitas tambang) izin dari pemprov. Padahal kami tidak mengizinkan adanya tambang baru,” ungkap Rudy saat menghadiri pembahasan penanganan pascabencana di Kabupaten Garut dan Sumedang, di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (4/10).

Dalam pertemuan yang dipimpin Gubernur Jabar Ahmad Heryawan ini, hadir juga Wakil Gubernur Deddy Mizwar, Sekda Jabar Iwa Karniwa, Pangdam III/Siliwangi Mayjen Hadi Prasodjo, Kepala Kejaksaan Tinggi Jabar, dan Bupati Sumedang.

Rudy mengatakan, aktivitas tambang tersebut memang baru tahap eksplorasi, belum sampai ke eksploitasi.

Namun, pihaknya tidak menginginkan adanya praktik tersebut, mengingat daerahnya baru saja dilanda banjir bandang yang menelan puluhan korban jiwa.

“Eksplorasi baru dari pemprov, padahal kami tak memberikan izin. Kalau tak ada izin dari kami, tak ada tambang baru,” tegasnya.

Oleh karena, Rudy meminta Pemprov Jabar konsisten dalam mengatasi persoalan lingkungan, khususnya di Kabupaten Garut.

Dan aktivitas tambang tersebut harus dihentikan meski masih pada tahap eksplorasi.

“Kami minta bantuan provinsi karena satgas ada di provinsi. Di Gunung Guntur juga ada lagi. Mohon ada konsistensi penegakan hukum,” paparnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengakui, adanya aktivitas tersebut.

Namun, kata dia, hal tersebut tidak melanggar aturan karena dilakukan di kawasan yang peruntukannya bagi pertambangan.

Selain itu, kata dia, aktivitas yang dilakukan masih dalam tahap eksplorasi, belum eksploitasi.

“Baru izin eksplorasi. Pemprov tidak akan pernah mungkin memberi izin eksplorasi, apalagi eksploitasi tanpa peruntukannya lahan tersebut untuk pertambangan,” jelasnya.

Menurutnya, pemprov akan hati-hati dalam mengeluarkan izin tambang tersebut, meski berada di kawasan tepat.

“Mustahil kawasan hutan jadi tambang. Enggak mungkin, pemprov tak sebodoh itu,” bebernya.

Disinggung adanya keberatan dari Pemkab Garut meski masih dalam tahap eksplorasi, Heryawan mengaku akan mempertimbangkan untuk menghentikan aktivitas pertambangan tersebut.

“Kita pertimbangkan keberatan tersebut. Pemprov hanya memberi izin pada kawasan tambang. Kalau erosi, tidak cocok, itu kan berikutnya. Kalau ada keberatan dipertimbangkan, meskipun kawasan tambang,” pungkasnya.

Share This

Leave a Reply