Gerakan RBM‬ di Kota Bandung Terus Dikembangkan

Oleh: JB-01

Foto net
Foto net


‪Jurnal Bandung – Gerakan Rehabilitasi Bersumber Daya Masyarakat (RBM)yang bertujuan untuk membantu program rehabilitasi bagi penyandang difabel di Kota Bandung akan terus dikembangkan.

“RBM adalah suatu gerakan yang dilakukan masyarakat untuk membantu rehabilitasi kaum difabel. Itu tidak di institusi, tapi di lakukan di masyarakat,” jelas Wakil Ketua I RBM Kota Bandung Firman Syam kepada Jurnal Bandung, di Balai Kota Bandung, Selasa (10/3).‬

‪Menurut Firman, gerakan ini cukup membantu kaum difabel dalam mengakses program rehebalitasi.
Sebab, berdasarkan data yang dimilikinya, penyandang difabel di Kota Bandung yang menjalani program rehabilitasi masih sedikit.

Hal itu, kata Firman, terjadi akibat sulitnya mendapatkan akses atau mahalnya sarana rehabilitasi bagi kaum difabel.

“Tingkat anak cacat yang mengikuti rehabilitasi itu sedikit,” ungkapnya.

‪Melalui gerakan ini, lanjut Firman, pihaknya mencoba mengajak masyarakat untuk ikut membantu program rehabilitasi bagi penyandang difabel, minimal di lingkungannya sendiri.

“Program ini dilakukan berjenjang untuk melatih orang-orang menjadi kader. Dengan cara itu, jangkauannya (rehabilitasi) menjadi besar,” jelasnya.‬

‪Dia menyebutkan, di setiap kecamatan di Kota Bandung kini telah terbentuk wadah RBM dengan jumlah total kader sekitar 1.500 orang.

Sementara jumlah penyandang difabel di Kota Bandung yang terdata dan dibina pada 2013 lalu sebanyak 5.707 orang.‬

‪”Dan jumlah penyangang cacat yang dibina pada 2013 lalu sekitar 2.305 orang,” sebutnya.

‪Dia mengungkapkan, Kota Bandung menjadi kota terbaik dalam penerapan gerakan RBM. Bahkan, banyak kota-kota dari negara lain belajar ke Bandung terkait penerapan gerakan ini.

“Bandung ini terbaik, di Jakarta saja tidak berkembang. Bahkan suka ada dari negara lain yang belajar ke Bandung,” pungkasnya.‬

Leave a Reply