Emil Ingin Bangun Bendungan Sampah hingga PLTSa, Dadang Naser Minta Ego Sektoral Dihilangkan

Oleh: Bayu Wicaksana

Foto Bayu Wicaksana
Foto Bayu Wicaksana

Jurnal Bandung – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Bupati Bandung Dadang Naser siap bekerja sama menangani persoalan sampah di wilayah perbatasan.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil mengaku punya sejumlah rencana untuk penanganan sampah. Sementara Dadang Naser berharap, kerja sama bisa dilakukan multipihak dengan terlebih dahulu menghilangkan ego sektoral.

Dalam rapat penanganan sampah yang digagas Pemprov Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (23/3), Emil mengakui, pihaknya belum optimal mengatasi sampah yang dihasilkan warganya. Namun, Emil menolak jika pihaknya dianggap gagal total dalam pengelolaan sampah.

Dia menjelaskan, selama ini, Pemkot Bandung memiliki banyak program terkait pengelolaan sampah. Selain terus berupaya menyadarkan warga agar tidak membuang sampah sembarang, pihaknya pun berupaya untuk menekan jumlah sampah yang terbuang ke sungai.

“Ada 40 program kami yang peduli lingkungan dan kebersihan. 2,5 tahun kami kerja keras. Kami belum sempurna. Tapi kami kurang berkenan jika disebut gagal total,” beber Emil.

Emil melanjutkan, di Bandung terdapat sekitar 40 anak sungai. Menurutnya, perlu bendungan sampah di setiap 300 meter aliran sungai.

“Sehingga sampah enggak bermuara di ujung, tapi bisa dicegah di 3/4 sungai,” jelasnya.

Selain itu, Emil menyebut, pihaknya telah berupaya menekan jumlah sampah yang dihasilkan warganya.

Sebagai contoh, pihaknya membangun biodegester di 1.000 RT yang ada di Kota Bandung. Melalui cara itu, sampah dari masyarakat langsung dihabiskan saat itu juga.

“Di Kota Bandung ini ada 9.700 RT. Karena uangnya kurang, kami baru bisa bangun biodegester di 1.000 RT,” sebutnya seraya menambahkan, saat ini masing-masing RW di Kota Bandung memiliki motor khusus pengangkut sampah.

Selain itu, Emil pun berencana kembali membangun tempat pembuatangan akhir sampah (TPAS) di Gedebage. Terlebih, tambah Emil, berdasarkan Peraturan Presiden terkait Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang baru terbit, Kota Bandung bersama enam kota lainnya terpilih dalam proyek tersebut.

“PLN akan membeli listrik (dari PLTSa), pemerintah pusat akan membayar tipping fee. Jadi kami akan aktifkan Gedebage, ikuti perpres,” katanya.

Di tempat yang sama, Bupati Bandung Dadang Nasser mengatakan, dalam mengatasi persoalan sampah ini, pemerintah harus bersama-sama dan menghilangkan ego sektoral.

Persoalan dari hulu hingga hilir, kata Dadang, harus diselesaikan bersama tanpa saling menyalahkan.

“Hilir peduli hulu, hulu peduli hilir. Kalau ada apa-apa dengan Kabupaten Bandung, Emil ngomong,” katanya seraya menyebut pertemuan dengan Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung harus rutin dilakukan.

Share This

Leave a Reply