Emil: Citarum Butuh ‘Kepemimpinan’

Oleh : Redaksi

Jurnalbandung.com – Citarum yang dikenal sebagai sungai terkotor di dunia, ke depan harus kembali jadi sungai yang bermartabat. Itulah harapan yang sering diungkap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di berbagai kesempatan.
Cita-cita itu, kembali Emil, sapaan akrabnya, sampaikan pada kegiatan Pencanangan Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Siti Nurbaya Bakar, di Persemaian Permanen Purwakarta, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Cimanuk Citanduy, di Desa Jomin Timur, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang (29/12/18). Hadir pula Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL), Ida Bagus Putera Parthama.
Gubernur menyebut, bahwa yang dibutuhkan sungai Citarum adalah “Leadership,” atau kepemimpinan. Yakni komando tegas yang bisa merajut koordinasi. Supaya berbagai upaya, dari berbagai pihak yang begerak di pembenahan Citarum, bisa berjalan harmonis dan efektif.
“Saya kira, ilmu ada, anggaran bukan masalah. Kuncinya kepemimpinan, kekompakan, persatuan, supaya satu komando dalam mengurus Citarum,” katanya.
Gubernur Emil pun menjelaskan, bahwa pada tahun 2009, Pemerintah Indonesia sudah mengidentifikasi 108 Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dinilai kritis. Namun, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2015-2019, pemerintah memprioritaskan 15 DAS prioritas yang akan dipulihkan terlebih dahulu.
Dari 15 DAS yang menjadi prioritas untuk dipulihkan, enam DAS di antaranya berada di Pulau Jawa, yakni Citarum, Ciliwung, Cisadane, Serayu, Bengawan Solo, dan Brantas. Sisanya tersebar di Pulau Sumatera meliputi DAS Asahan Toba, Siak, Musi, Way Sekampung, dan Way Seputih; DAS Moyo di Nusa Tenggara Barat; DAS Kapuas di Pulau Kalimantan; serta DAS Jeneberang dan Saddang di Pulau Sulawesi.
Di Jawa Barat, lanjut Emil, Citarum, Ciliwung, Cisadane jadi DAS yang masalah pembenahannya ada di wilayah kepemimpinannya.
Maka sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Citarum, Emil mengundang berbagai pihak untuk berkontribusi dalam Citarum Expo yang akan digelar Januari 2019 nanti.
“Saya punya target lima tahun benahi Citarum. Semoga dengan kebersamaan, Citarum bisa kembali bermartabat,” tambahnya.
Di Citarum Expo nanti, setiap individu atau kelompok akan mencurahkan gagasan, ilmu pengetahuan, atau hal lainnya demi Citarum. Kemudian, hasil Citarum Ekspo itulah yang akan jadi rencana aksi untuk Citarum selama lima tahun ke depan.
“Jadi Citarum itu adalah wajah kerja sama,” katanya.
Dengan kepemimpinan, koordinasi dijahit seapik mungkin. Sehingga setiap organ berjalan harmoni dan beriringan.
“Tidak kerja masing- masing. Sehingga sampai saat ini belum begitu terasa perubahan di Citarum,” ujarnya.
“Jadi kita buktikan kalau orang Jawa Barat kompak, harusnya bisa merubah yang buruk jadi yang paling baik,” harap Emil.
Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Siti Nurbaya Bakar, menyebut bahwa permasalahan Daerah Aliran Sungai memang harus diselesaikan lewat interaksi multi stakeholder.
DAS merupakan suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak sungai yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami.
Namun sayangnya, kondisi DAS yang memprihatinkan yang diantaranya diakibatkan kerusakan lahan, dan juga pencemaran, dapat membawa konsekuensi meningkatnya potensi bencana banjir dan longsor.
“DAS sehat, mampu menyimpan air saar musim hujan, dan menjadi sumber air di musim kemarau,” katanya.
Pada bagian hulu DAS, lanjut Siti, dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk menanami semua lahan kritis. Menurutnya wilayah hulu perlu ditanami dan direvitalisasi.
Pun dengan tema “DAS Sehat, Sejahterakan Rakyat!”, Siri Nurbaya ingin melalui semangat itu masyarakat dapat menyadari bahwa DAS yang terawat dan terlindungi akan berdampak kepada rasa aman dan kesejahteraan.
Sebab kondisi DAS yang sehat juga dapat menyediakan unsur hara bagi tumbuhan, sumber makanan bagi manusia dan hewan, sumber bahan baku air minum, serta berbagai aktivitas lainnya.

Leave a Reply