Dukungan Pemerintah Terhadap Pengembangan Olahraga Disabilitas Dinilai Masih Minim

Oleh: Bayu Wicaksana

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – Perhatian pemerintah untuk perkembangan olahraga kaum disabilitas masih dirasa minim. Sebab, selama ini, warga berkebutuhan khusus ini cukup kesulitan untuk mengembangkan bakat olahraganya.

Technical Delegate (TD) National Paralympic Committe Indonesia (NPCI) cabang olahraga (cabor) tenis lapang kursi roda Yasin Onasi sangat menyayangkan hal tersebut. Padahal, kata dia, kaum disabilitas seharusnya mendapat hak yang sama dengan warga lainnya, bahkan seharusnya mendapat perhatian khusus.

Dia menyontohkan, kurangnya perhatian pemerintah sangat terasa pada cabor tenis lapang kursi roda. Sehingga, tidaklah heran jika pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2016 ini hanya empat provinsi yang mengirimkan kontingennya, yakni Jawa Barat, Papua, Kalimantan Timur, dan DI Yogyakarta.

“Yang empat provinsi itu putra. Kalau putri hanya tiga provinsi,” kata Yasin di Lapangan Tenis Kompleks Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Kamis (20/10).

Terlebih, lanjut dia, olahraga tenis kursi roda ini memerlukan biaya yang tidak sedikit, seperti pengadaan alat dan lainnya.

“Untuk satu kursi roda saja ada yang harganya 5.000 US dollar. Belum sewa pelatih. Sewa lapang tenis juga mahal,” ujarnya.

Di sisi lain, penyandang disabilitas ini banyak yang merupakan warga tidak mampu. Bahkan, secara terbuka dia mengaku sering mencari bibit atlet disabilitas dari panti-panti yang ada.

“Atlet (disabilitas) kita ini mayoritas dari panti asuhan. Untuk makan saja susah,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dia berharap, pemerintah pusat maupun daerah memberi perhatian lebih kepada mereka. Setidaknya, mampu memenuhi kebutuhan mereka akan aktivitas dan prestasi olahraga.

“Perhatian pemerintah ke depannya semoga lebih banyak. Mohon dukungan media, untuk memberikan informasi yang lebih banyak lagi,” paparnya seraya menyebut empat provinsi tersebut memberi perhatian yang cukup baik.

Secara khusus, dirinya juga menyebut Pemkab Bantul sebagai pemerintah daerah terbaik dalam memberi perhatian kepada atlet disabilitas. Sebagai contoh, Pemkab Bantul memfasilitasi berbagai kebutuhan akan pertandingan tenis lapang kursi roda.

“Di daerah tersebut pun cukup sering mengadakan kejuaraan olahraga disabilitas. Ini di Indonesia yang terbaik,” sebutnya.

Selain itu, dirinya berterima kasih kepada Pusat Rehabilitas Cacat Kementerian Pertahanan yang telah membina atlet disabilitas yang merupakan anggota TNI aktif. Dari situ, kata dia, telah lahir atlet-atlet disabilitas yang mewakili Indonesia di kejuaraan internasional.

Sementara itu, atlet tenis lapang kursi roda asal DI Yogyakarta Arifin Risman mengatakan, dirinya sangat merasakan perhatian Pemkab Bantul. Selama ini, dirinya sering memperoleh fasilitas olahraga secara cuma-cuma.

“Seluruh alat disediakan, kita tinggal merawat,” katanya di tempat yang sama.

Berbagai keperluan mulai dari lapangan, raket, hingga kursi roda juga diperolehnya secara cuma-cuma.

“Untuk kursi roda itu inventaris. Selama masih aktif, ya kita yang pakai,” katanya seraya mengaku jika dirinya sering dikirim ke berbagai kejuaraan nasional.

Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Iwa Karniwa mengatakan, pihaknya terus meningkatkan perhatian kepada kaum disabilitas. Menurutnya, Pemprov Jabar berupaya meningkatkan anggaran untuk mereka dalam APBD dari tahun ke tahunnya.

“Kita berkomitmen untuk meningkatkan perhatian ke kaum disabilitas, seperti yang Pak Gubernur sampaikan. Kami juga di provinsi menginstruksikan kabupaten/kota agar meningkatkan perhatiannya, menambah jumlah anggaran yang diberikan,” tutur Iwa.

Iwa yang juga Ketua Harian Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Peparnas 2016 itu mengatakan, secara umum, pelaksanaan Peparnas 2016 berjalan baik dan lancar.

Menurutnya, semua ini karena kerja sama yang baik, khususnya dengan setiap TD dari masing-masing cabor.

“Dan di sini ramai sekali yang nonton, bersyukur sekali banyak yang ikut meramaikan,” katanya.

Share This

Leave a Reply