Duka Mendalam Dirasakan Aher Sepeninggal Ulama Besar KH Hasyim Muzadi

Oleh: Yuga Khalifatusalam

Jurnalbandung.com – Duka mendalam sangat dirasakan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sesaat setelah mendapati kabar wafatnya KH Hasyim Muzadi. Baginya, almarhum merupakan sosok ulama besar yang berjasa dalam mempersatukan umat.

Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 1999-2010 itu wafat setelah menjalani perawatan intensif di RS Lavalette, Malang Jawa Timur, pukul 06.00 WIB, Kamis (16/3).

“Innalillahi wa inna ilaihi raajiun. Selamat jalan, Kyai Hasyim. Atas nama pribadi dan Pemprov Jawa Barat, kita kehilangan ulama besar yang sehari-hari tinggal di Jawa Barat, tepatnya di Pesantren Alhikam, Depok,” ungkap Aher di Bandung, Kamis (16/3).

Menurut Aher, duka mendalam pun tidak hanya dirasakan para santri yang mondok di Pesantren Alhikam, namun juga seluruh masyarakat Indonesia yang kerap memperoleh berbagai ilmu dan pencerahan selama beliau hidup.

Aher menilai, eksistensi dan kontribusi pemikiran almarhum juga telah melampaui wadah organisasi NU. Bahkan, berkat peran dan jasanya selama ini, seluruh umat muslim hingga non-muslim sekalipun memahami makna Islam sebagai agama rahmatan lil’alamin.

“Saya masih ingat saat mengunjungi pesantrennya dan kediamannya di Kukusan Beji, Depok, 2013 lalu. Saat itu, beliau menekankan pentingnya kemajuan dan pembangunan berlandaskan nilai moral,” sambungnya.

Pemikiran almarhum, sambung Aher, juga sejalan dengan makna pembangunan dimana selain memberikan nilai kesejahteraan kepada masyarakat, juga membangkitkan sisi religi warganya.

“Oleh karena itu, berita duka ini terasa mendalam bagi saya secara pribadi dan juga gubernur,” ujarnya.

Aher pun mendoakan agar seluruh keluarga yang ditinggalkan almarhum diberikan kesabaran dan ketegaran. Tak lupa, Aher juga mengajak seluruh lapisan masyarakat agar senantiasa mengamalkan kebaikan yang sudah dicontohkan KH Hasyim Muzadi semasa hidupnya.

Share This

Leave a Reply