Dua Siswi Al Ma’soem Sukses Raih Prestasi di Ajang Internasional

Oleh: Dadan Burhan AA

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – Dua siswi SMP Al Ma’soem Lubba Ailiati dan Syauqiyyah Syahlaa berhasil meraih prestasi dalam lomba karya ilmiah remaja Asia-Pacific Conference of Young Scientists (APCYS) 2016 di Kampus Amity University Gurgaon, New Delhi, India.

Lubba Ailiati asal Bandung saat ini duduk di kelas IX, sedangkan Syauqiyyah baru lulus kelas IX tahun ini. Dua siswi tersebut merupakan bagian dari 10 siswi terbaik dan berprestasi di Indonesia yang mengikuti ajang internasional APCYS. Secara keseluruhan, Tim Indonesia meraih 2 medali emas, 2 perak, dan 3 perunggu.

Prestasi di ajang internasional itu diikuti sekitar 150 ilmuwan muda yang berasal dari 10 negara. Dari 150 ilmuwan muda itu, menghasilkan 120 karya ilmiah berdasarkan hasil penelitian dalam bidang fisika, engineering, environmental science, life sciences, dan computer science.

Kepada jurnalbandung.com, Lubba mengatakan, lomba karya ilmiah  remaja yang dilaksanakan sejak 13-17 Juli lalu itu mempresentasikan hasil penelitian pada bidang engineering (teknik rekayasa).

“Alhamdulilah pada lomba karya ilmiah remaja APCYS 2016 dengan judul penelitian bertemakan “Designing Liquid Refractive Index Measuring”. Hasil karya ilmiah ini meraih medali perak,” kata Lubba di Kampus Yayasan Pendidikan Al Ma’soem Bandung, Jalan Raya Rancaekek-Cileunyi, Kabupaten Bandung, Kamis (21/7).

Lubba menyebutkan, penelitian tersebut  merupakan proyek yang dikerjakan secara bersama-sama dengan rekannya yang tergabung dalam kelompok ilmiah remaja  Al Ma’soem Science Inovatif Club (KIR ASIC) Syauqiyyah Syahlaa.

“Yang berangkat ke India hanya saya saja, Syauqiyyah tidak berangkat ke India karena harus mempersiapkan pendidikan ke SMA,” katanya.

Sementara itu, pembina KIR-ASIC Rahman Hakim mengungkapkan, sebelum Lubba dan tim Indonesia lainnya mengikuti lomba karya ilmiah remaja APCYS di India, mereka harus melalui proses seleksi tingkat nasional yang ketat.

“Dengan metode seleksi berjenjang, dari berbagai hasil penelitian dari berbagai siswa dan siswi SMP, dan SMA dari seluruh Indonesia,” kata Rahman.

Menurutnya, seleksi dan pembinaan di Indonesia dilakukan oleh center for young scientists (CYS) beker jasama dengan Dinas Pendidikan dari berbagai provinsi dan perguruan tinggi di Indonesia. Rahman menyebutkan, siswa yang ikut dalam lomba tersebut membuat penelitian ilmiah melalui pembiasan cahaya.

“Dalam penelitian itu, tidak menggunakan peralatan yang mahal, melainkan menggunakan alat yang dirancang sendiri menyerupai aquarium berukuran lebar 15 cm, tinggi 30 cm, dan panjang 60 cm. Eksperimenya itu dengan bantuan alat itu,” terang Rahman.

Dengan menggunakan peralatan itu, kata Rahman, anak-anak bisa melihat pembelokan cahaya. Bahkan, mereka bisa mengolah dan belajar data serta menyimpulkan sesuatu dengan alat berbasis pembelajaran IPA.

“Para siswa SMP Al Masoem ini sudah memiliki sekitar 50 prestasi di tingkat provinsi, nasional, dan internasional. Prestasi APCYS adalah yang terbaru dalam bidang ekstrakurikuler,” sebutnya.

Ditambahkan Rahman, para siswa dalam melaksanakan presentasi pada lomba tersebut berbantukan poster. Sehingga, tim penilai bisa bertanya hasil riset atau penelitian yang mereka lakukan.

“Penghargaan medali perak itu adalah yang tertinggi karena tak ada medali emas. Siswi SMP Al Masoem meraih dua medali dari tujuh medali yang diraih tim Indonesia,” katanya seraya mengatakan, 2017 mendatang, siswi tersebut akan diikutsertakan pada lomba ilmiah di Korea.

Share This

Leave a Reply