Disdik Larang Siswa Rayakan Valentine

Oleh: JB-01

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung dan Disdik Jawa Barat menerbitkan surat edaran berisi larangan merayakan valentine day bagi siswa baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

Kepala Disdik Kota Bandung Elih Sudiapermana mengatakan, larangan tersebut ditujukan bagi seluruh siswa SMP, SMA, dan SMK di Kota Bandung. “Larangan itu bukan untuk umum, tapi khusus buat siswa di Kota Bandung,” kata Kepala Disdik Kota Bandung Elih Sudiapermana kepada Jurnal Bandung, Jumat (13/2).

Menurutnya, larangan tersebut mengacu pada instruksi dari Disdik Jabar. “Surat dari Disdik Jabar disampaikan kepada seluruh Disdik kabupaten dan kota di Jabar. Kalau surat edaran dari Disdik Kota Bandung dikirim ke kepala sekolah,” tutur Elih.

Alasan larangan siswa merayakan valentine day karena pihaknya khawatir momen yang jatuh setiap 14 Februari ini dipahami menyimpang oleh pasangan muda di Kota Bandung. Pihaknya enggan jika siswa sekolah di Kota Bandung terjerumus pada perbuatan tidak terpuji dengan dalih hari kasih sayang.

Pihaknya pun telah menginstruksikan seluruh kepala sekolah untuk meneruskan larangan merayakan valentine day kepada siswanya. “Kami berharap para kepala sekolah dan guru mengawasi siswanya,” ujar Elih.

Ketua Forum Aksi Guru Independen (FAGI) Iwan Hermawan mengatakan, perayaan valentine day sebenarnya tak perlu dipermasalahkan. Bagi siswa yang beragama Islam, kata Iwan, hal itu memang tidak diperbolehkan. Namun, bagi siswa yang beragama katolik dan kristen, perayaan valentine day sah-sah saja asalkan tidak melanggar norma-norma kesusilaan. “Mereka (guru) tidak perlu melarang sepanjang (siswanya) tidak melanggar norma kesusilaan,” ungkapnya.

Malah, lanjut Iwan, bagi siswa yang beragama Islam, surat edaran tersebut bisa menjadi praktik toleransi antarumat beragama di sekolah. Iwan pun menyayangkan surat edaran tersebut ditujukan untuk semua siswa, tanpa melihat agama yang dianut siswa.  “Disdik seharusnya berkonsultasi dulu dengan Kanwil Kemenag Jabar karena dikhawatirkan ada agama non-Islam yang menghalalkan perayaan valentine tersebut,” tandasnya.

Leave a Reply