Disaksikan BJ Habibie, Aher Tandatangani MoU Perakitan Pesawat R80

Oleh: Redaksi

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) mengandeng PT Ilthabi Rekatama untuk membangun pabrik perakitan pesawat terbang R80.

Pesawat ini dirancang dan dibuat sepenuhnya oleh putra-putri Indonesia. Selain itu, kerja sama juga mencakup pembangunan BIJB di Kertajati, Majalengka.

Bandara ini bakal menjadi gerbang udara terbesar di Jabar, menggantikan peran Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung.

Penandatanganan kesepakatan antara PT BIJB dengan PT Ilthabi Rekatama digelar di kediaman mantan Presiden BJ Habibie, Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Kamis (5/8) malam.

Kesepakatan kerja sama (MoU) ditandatangani Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan selaku pemegang saham mayoritas PT BIJB dengan Direktur Utama PT Ilthabi Rekatama Ilham Habibie dan disaksikan langsung BJ Habibie.

“Jadi kita akan mengkaji bersama untuk membangun sistem bandara (BIJB) hingga perakitan R80,” ujar Presiden Direktur PT BIJB Virda Dimas Ekaputra seusai penandatanganan kerja sama.

Virda menambahkan pihaknya siap menyediakan lahan untuk pembangunan pabrik tersebut. “Kita akan menyiapkan lahan,” ucapnya.

Namun, ketika ditanya besaran modal yang akan disiapkan, Virda menjawab nilainya belum bisa ditentukan.

“Karena kan masih dikaji dulu,” imbuh Virda.

Sementara itu, saat ditanya detail kerja sama, Heryawan belum bersedia berkomentar banyak.

“Saya kan cuma pemegang saham mayoritas, dalam hal ini pemerintahan provinsi. Untuk lebih jelasnya dengan Pak Virda saja ya,” tuturnya.

Pesawat R80 diharapkan mampu melanjutkan sukses pesawat N250 produksi IPTN (saat ini PT Dirgantara Indonesia) yang mulai mengudara pada 1995. R80 adalah pesawat turboprop yang ditargetkan mengudara pada 2021 mendatang.

Pesaing pesawat ini adalah jenis ATR 72-600 buatan Perancis-Italia. Namun, R80 ini diklaim lebih hemat konsumsi bahan bakar 10-15% ketimbang ATR 72.  Pesawat R80 dirancang dan dikembangkan oleh BJ Habibie dan putranya Ilham Habibie.

Leave a Reply