Digaji Rp100-400 Ribu/Bulan, Ratusan Guru PAUD di Kota Bandung Tuntut Perbaikan Kesejahteraan

Oleh: Faisal Maulida

Foto net
Foto net

BANDUNG – Ratusan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Bandung berunjuk rasa menuntut perbaikan kesejahteraan di depan Gedung DPRD Kota Bandung, Senin (15/2).

Ketua Forum Guru PAUD (Forguud) Kota Bandung Sumi Bagea menyatakan, pihaknya menuntut kesejahteraan yang merata bagi para guru PAUD di Kota Bandung.

Sebab, selama ini, guru-guru PAUD di Kota Bandung merasa terdiskriminasikan, terutama soal kesejahteraannya.

‪”Honor guru PAUD di Kota Bandung saat ini antara Rp100-Rp400.000/bulan. Bahkan, tak sedikit yang tak mendapat honor sedikit pun,” ungkap Sumi kepada Jurnal Bandung.com di sela-sela unjuk rasa.

‪Selain minimnya pendapatan, lanjut Sumi, guru PAUD pun selama ini tidak pernah menerima dana hibah ataupun tunjangan daerah lainnya.

Hal ini berbeda dengan guru-guru TK, RA, dan TKQ yang sejak dua tahun terakhir memperoleh tunjangan tahunan dari Pemkot Bandung.

‬Dia menambahkan, guru-guru PAUD pun selama ini dituntut pemerintah untuk meningkatkan kompetensinya, seperti mengikuti serangkaian pelatihan dengan biaya dari kocek pribadi. Namun, hasil akhirnya berupa sertifikat pun tak juga diterima.

“Kita dituntut kualitas, tapi tidak ada feed back dari pemerintah. Kalau bisa untuk pelatihan nanti kita minta gratis dari pemerintah, bukan dari uang pribadi,” katanya.

‪Selain itu, pihaknya juga tidak ingin mendapatkan pengakuan bahwa guru PAUD di Kota Bandung hanya sebatas pengasuh.

“Kita kan sudah jelas profesional, kompetensi kita tingkatkan. Kita tidak ingin disebut pengasuh, tapi pendidik yang sama-sama ingin mencerdaskan generasi penerus bangsa,” tegasnya.

Leave a Reply