Dianggap Masih Jauh, PKS Belum Berpikir ke Arah Pilgub Jabar

Oleh: Bayu Wicaksana

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum akan membahas Pemilihan Umum Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 karena pelaksanaan pesta demokrasi itu dianggap masih terlalu jauh.

Ketua Bidang Pembinaan Kepemimpinan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS Tate Qomarudin mengatakan, pihaknya belum mau mempersiapkan apapun terkait Pilgub Jabar 2018. Saat ini, kata Tate, pihaknya tengah fokus pada konsolidasi dan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2017.

“Kalau untuk (pilgub) Jabar masih mentah, saya katakan begitu. Masih jauh. Masih belum,” kata Tate usai menghadiri peringatan Detik-Detik Proklamasi, di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Rabu (17/8).

Tate yang juga anggota DPRD Provinsi Jabar ini mengatakan, pihaknya juga belum melakukan survei terkait tokoh siapa saja yang pantas untuk diusung. DPD PKS di setiap kabupaten/kota pun belum mengusulkan nama yang didukung dalam Pilgub Jabar 2018.

Meski begitu, menurutnya, terdapat sejumlah nama yang sempat dibicarakan internal partai dakwah tersebut. Mereka dinilai memiliki peluang untuk maju sebagai calon gubernur-wakil gubernur dari PKS.

“Ada nama Haris Yuliana yang sekarang posisinya Wakil Ketua DPRD (Jabar). Ada nama Ketua DPW PKS Jabar sekarang, Pak Ahmad Syaikhu. Nama saya juga disebut,” bebernya.

Disinggung nama istri Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Netty Prasetiyani Heryawan, menurutnya, nama tersebut belum masuk radar PKS Jabar.

“Dulu saya membahas, belum masuk nama Bu Netty. Jadi memang dalam proses yang dilakukan DPW (PKS Jabar), belum ada. Tapi itu aspirasi masyarakat barangkali,” ungkapnya.

Tate menilai, DPW PKS Jabar memiliki kewenangan untuk melakukan penjaringan terkait bakal calon yang akan diusung pada pilgub tersebut.

“Nah DPW sekarang yang berkewajiban membahasnya lagi, kan situasi berkembang,” ujarnya.

Selanjutnya, nama hasil penjaringan DPW PKS Jabar akan diserahkan ke DPP PKS untuk ditentukan sosok yang berhak mewakili partai tersebut.

“Nanti dari tingkat provinsi mengajukan ke pusat, nama-nama pasti banyak. Nanti pusat melakukan kajian,” tandas Tate.

Share This

Leave a Reply