Dianggap Lecehkan Islam, Sejumlah Ormas Islam Laporkan Dedi Mulyadi ke Polda Jabar

Oleh : Redaksi

Jurnalbandung.com – Sejumlah ormas islam yang tergabung dalam Forum Perkumpulan dan Komunikasi Ormas Islam (FPKOI) mengecam prilaku Ketua DPD Partai Golongan Karya Jawa Barat Dedi Mulyadi yang dianggap berlebihan saat pengambilan sumpah ketua DPD Golkar se-kabupaten/kota untuk mendukung Airlangga Hartarto.
Ketua FPKOI Jawa Barat Hardi Prabowo menegaskan, pengambilan sumpah yang dilakukan oleh Dedi Mulyadi dianggap telah melecehkan Alquran yang merupakan kitab suci dan peduman umat islam.
“Kok dijadikan alat jaminan sumpah dukung mendukung,” katanya di Bandung, Rabu (4/9). Terlebih, dia pun sangat menyayangkan karena dalam pengambilan sumpah itu terucap kata laknat yang sejatinya bukan kewenangan manusia.
“Sejatinya laknat itu urusan Allah. Jadi kenapa bahasa sakral dalam agama dijadikan poin sanksi untuk kepentingan pendukungan pencalonan,” katanya.
Oleh karena itu, dia menegaskan pihaknya sudah melaporkan Dedi Mulyadi ke Kepolisian Daerah Jawa Barat untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Selain menuntut Dedi Mulyadi dan Airlangga Hartarto meminta maaf, kami juga menuntut penegakkan hukum terhadap semua yang terlibat dalam pengambilan sumpah itu,” katanya.
Ditempat yang sama Agus Soiman dari Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama menegaskan, pihaknya menuntut tiga hal utama dalam pelaporannya ke Polda Jawa Barat tersebut. Pertama, meminta Airlangga Hartarto dan Dedi Mulyadi meminta maaf secara terbuka kepada seluruh umat Islam.

Kedua, mereka meminta penarikan kata laknat yang diucapkan Dedi saat pengambilan sumpah tersebut. Ketiga, pihaknya meminta Kapolda menindaklanjuti kasus pelecehan agama ini secara hukum.

“Jangan biarkan kesalahan besar dalam praktik beragama seperti ini menjadi pemakluman di kemudian hari. Politisasi agama seperti ini tak boleh terulang kembali,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut dia menegaskan, pihaknya tidak peduli terhadap dinamika politik yang sedang berkembang di internal partai Golkar. Kewajibannya sebagai muslim adalah tetap menjaga Islam agar tidak dilecehkan dan dipolitisir.
“Atas nama jihad, apapun akan kami lawan. Jangan biarkan agama jadi alat pembenaran dalam politik yang akhirnya berpotensi menjadi benih-benih perpecahan bagi umat islam,” pungkasnya.

Share This

Leave a Reply