Di Mekkah, Aher Ajak Imam Masjidil Haram dan Lembaga Dakwah Saudi Majukan Pendidikan di Jabar

Oleh: Yuga Khalifatusalam

Foto Humas Jabar
Foto Humas Jabar

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersafari menemui para ulama besar dan pimpinan lembaga dakwah di Arab Saudi selepas umrah, guna mempromosikan Jawa Barat.

Mereka yang ditemui antara lain Imam Masjidil Haram Syeikh Faisal Jamil Ghazzawi, Pimpinan Rabithah ‘Alam Islami Syeikh Khalid Al Hamudi, serta para pimpinan lembaga dakwah di Arab Saudi.

Pertemuan dengan Syeikh Faisal Jamil Ghazzawi dan Syeikh Khalid Al Hamudi dilangsungkan di Qu’atu Diyala (Gedung Pertemuan Diyala), Distrik Rushaifah, Mekkah, Senin (1/2) malam pukul 21.00 waktu setempat.

Selain para ulama, dalam kesempatan itu juga hadir sejumlah pengusaha dan pegiat sosial di Kota Suci tersebut. Gubernur yang akrab disapa Aher itu menyatakan kegembiraannya bisa bertemu dengan mereka.

“Saya merasa gembira bisa silaturahmi dengan syeikh dan mubaligh di Arab Saudi, ini adalah keberkahan dari perjalanan umrah kali ini. Ini persahabatan di antara kita, yakni persahabatan dalam memaksimalkan kebajikan dan melipatgandakan manfaat secara luas bagi masyarakat,” kata Aher dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnal Bandung.com Rabu (3/1).

Aher kemudian bercerita dan mempromosikan Jabar dimana pemerintahannya berdiri guna melipatgandakan kebajikan, terutama dalam membangun generasi terdidik.

“Karena bila generasi tidak terdidik, itu dekat dengan kemiskinan, keterbelakangan, dan kerawanan akidah. Sehingga, program pendidikan terus digaungkan di Jawa Barat. Tapi ruang kebajikan ini masih terbuka, karenanya saya undang saudara-saudara di Arab Saudi turut serta memajukan pembangunan pendidikan di Jawa Barat,” tutur Aher.

Aher kemudian menyampaikan apresiasinya kepada kedua syeikh, merasa terharu dengan kiprah ulama Arab Saudi yang terus menyiarkan dakwah ke berbagai belahan di dunia, baik di Asia maupun Afrika.

Pertemuan kemudian dilanjutkan sambutan kedua syeikh, serta diakhiri dengan pemberian cenderamata dari Imam Masjidil Haram Syeikh Faisal Jamil Ghazzawi kepada Aher dan sebaliknya.

Pada pertemuan Selanjutnya, Selasa (2/2), Aher diundang secara khusus ke Museum Assalamualaika ya Ayyuhannabi. Museum yang belum dibuka untuk umum ini memperkenalkan Nabi Muhammad SAW lebih dekat, mulai dari risalahnya, ajarannya, kepribadian, hingga gambaran lingkungan rumah Nabi saat itu.

Aher kemudian melanjutkan pertemuan dengan para Maktab Dakwah, yakni organisasi yang terdiri dari pimpinan lembaga dakwah di Mekkah. Masih tentang Jabar, Aher kemudian menceritakan lagi pengalamannya dalam melaksanakan pemerintahan (terutama di bidang pendidikan) di Jabar.

Di tempat yg sama, Aher juga menyempatkan diri bersilaturahmi dengan mahasiswa Indonesia yg kuliah di sana, yang kebanyakan berasal dari Jabar.

Leave a Reply