Di Bandung, Baru Tiga Pasar Tradisional yang Gunakan Kantong Plastik Ramah Lingkungan

Oleh: Redaksi

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – Pemkot Bandung terus mengampanyekan pengurangan penggunaan kantong plastik yang tidak ramah lingkungan.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengakui, meskipun retail modern sudah banyak yang menggunakan kantong plastik ramah lingkungan, namun pasar tradisional di Kota Bandung umumnya masih menggunakan kantong plastik yang tidak ramah lingkungan.

“Dari 38 pasar tradisional, baru tiga pasar tradisional saja yang sudah menggunakan kantong plastik ramah lingkungan,” ungkap Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil kepada Jurnal Bandung, Jumat (28/8)

Disebutkan Emil, hampir 90% retail modern di Kota Bandung yang tergabung dalam Asosiasi Peretail Indonesia (Aprindo) sudah menggunakan kantong plastik ramah lingkungan.

Retail modern tersebut yakni Hypermart, Carrefour, Giant, Lottemart, Borma, Yogya, Griya, Superindo, Indomaret, Alfamart, Alfamidi, Yomart, Circle K, Matahari, Metro, Ramayana, dan Ace Hardware.

“Sementara pasar tradisional baru ada tiga, yakni Pasar Kosambi, Sederhana, dan Karapitan,” sebut Emil seraya menambahkan, pihaknya akan terus mengampanyekan penggunaan kantong plastik ramah lingkungan, terutama di pasar-pasar tradisional.

Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kota Bandung Hikmat Ginanjar menambahkan, ada dua jenis kantong plastik ramah lingkungan yang selama ini digunakan, yakni jenis degradable dan biodegradable.

“Degradable daya urainya bisa sampai 2 tahun, sementara yang biodegradable daya urainya 1 tahun,” ujarnya.

Leave a Reply