Dewan Kecewa Proyek Akses Jalan GBLA Molor

Oleh: Yuga Khalifatusalam

foto net
foto net

Jurnal Bandung – DPRD Jawa Barat menyesalkan proyek pembangunan akses jalan utama menuju Gelanggang Olahraga Bandung Lautan Api (GBLA) yang hingga kini belum selesai.

Ketua Komisi IV DPRD Jabar Ali Hasan mengatakan, proyek yang berasal dari dana APBD Jabar ini seharusnya tuntas pada Desember 2014, namun hingga kini belum terselesaikan.

“Dalam perjanjian awal, proyek tersebut akan diselesaikan 23 Desember 2014, namun PT Adhi Karya selaku pemegang proyek belum bisa menyelesaikannya. Setelah itu Pemkot Bandung melalui Dinas Bina Marga menyepakati addendum sehingga batas akhir pengerjaan proyek diundur menjadi 30 Desember 2014. Hingga batas waktu yang ditentukan, pemegang proyek belum juga menyelesaikannya,” papar Ali kepada Jurnal Bandung di Bandung, Senin (12/1).

Politisi senior Partai Golkar ini mengungkapkan, secara keseluruhan, nilai proyek tersebut mencapai Rp53,96 miliar. Namun, kata Ali, akibat wanprestasi yang dilakukan PT Adhi Karya, Pemkot Bandung menurunkan volume proyek menjadi 70 persennya saja.

“Segitu pengerjaannya sudah diturunkan menjadi 70 persen pun, PT Adhi Karya tetap tidak bisa menyelesaikannya sesuai batas waktu. Dan penurunan volume ini pun tak jelas alasannya,” tuturnya.

Dia pun mengaku heran dengan molornya proyek tersebut. Sebab, jika pengerjaannya tidak sesuai target, seharusnya Pemkot Bandung memutus kontrak kerja PT Adhi Karya. Tidak hanya itu, pihak pelaksana pun harus mendapat sanksi dari pemerintah seperti denda per hari.

“Pemerintah Kota Bandung harus adil. Kalau ada perusahaan yang disanksi gara-gara tidak bisa memenuhi target, ya Adhi Karya ini beri juga dong, bahkan dia sudah terlambat dua kali,” ucapnya.

Lebih lanjut Ali menjelaskan, pihaknya juga mempertanyakan penyaluran bantuan keuangan dari Pemprov Jabar ke Pemkot Bandung terkait proyek pembangunan akses jalan dan jembatan Cisalatri ini. Pasalnya, kata dia, bantuan dari Pemprov Jabar sudah dicairkan sepenuhnya, yakni senilai Rp53,96 miliar sesuai nilai kontrak yang disepakati.

“Padahal kan ada penurunan volume pembangunan proyek, dari 100 persen menjadi 70 persen,” sesalnya.

Share This

Leave a Reply