Demi Pelayanan Maksimal, Truk Pengangkut Sampah di Kota Bandung “Dipaksa” Bekerja Ekstra

Oleh: Redaksi

Foto Redaksi
Foto Redaksi

Jurnal Bandung – Hilir mudik truk-truk pengangkut sampah bukanlah pemandangan asing bagi warga Kota Bandung.

Dengan volume sampah yang mencapai sekitar 1.500 ton per hari dan jumlah armada pengangkut sampah yang terbatas, ritase pengangkutan sampah di Kota Bandung bisa dikatakan padat.

Padatnya ritase pengangkutan sampah tentu berdampak pula pada kondisi armada pengangkut sampah. Truk-truk dengan ciri khas warna kuning itu tentunya membutuhkan perawatan berkala agar kinerjanya tetap maksimal.

Tak jauh dari Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, ada sebuah tempat yang dijadikan “bengkel resmi” truk-truk pengangkut sampah milik Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandung itu, khususnya truk pengangkut sampah yang beroperasi di kawasan timur Kota Bandung.

Di tempat itu, tepatnya di Taman Abdi Negara di kawasan Pasir Impun, Kota Bandung, perawatan rutin seperti ganti oli, kanvas rem, kopling, dilakukan secara berkala hingga dilakukan perbaikan jika truk tersebut mengalami kerusakan.

Tono, 45, Kepala Bidang Teknik Bengkel Taman Abdi Negara mengungkapkan, hampir setiap hari, ada saja armada pengangkut sampah yang membutuhkan perawatan maupun perbaikan.

Menurut Tono, hal itu dikarenakan beban kerja truk-truk pengangkut sampah cukup berat. Setiap hari, truk-truk itu harus mengangkut sampah dari tempat pengolahan sementara (TPS) ke tempat pengolahan akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat minimal dua rit setiap hari.

Bahkan, kata Tono, jika ada truk yang rusak atau mogok, truk lainnya terpaksa harus bekerja ekstra hingga tiga rit sekali agar tidak terjadi penumpukkan sampah. Itulah yang menjadi salah satu penyebab truk-truk pengangkut sampah di Kota Bandung kerap rusak.

“Dan di tempat inilah truk-truk yang rusak itu diperbaiki. Hampir tiap hari ada saja truk yang datang ke sini minta perbaikan,” ungkap Tono kepada jurnalbandung.com, Jumat (12/8).

Share This

Leave a Reply