Demi Hidupi Keluarganya, Iwan Rela Berjalan Puluhan Kilometer Jajakan Taraje

Oleh: Faisal Maulida

Foto Faisal Maulida
Foto Faisal Maulida

Jurnal Bandung – ‪Hampir semua warga Bandung dan warga Sunda umumnya, sepertinya sudah familiar dan tak asing lagi dengan benda bernama taraje.

Taraje atau tangga bambu ini memang banyak fungsinya, salah satunya sebagai alat bantu untuk memudahkan kita memperbaiki atap atau genteng yang bocor.

Jurnalbandung.com pun berkesempatan menemui salah seorang penjual taraje keliling Iwan, 29, di kawasan Jalan Rancaekek-Majalaya, Kamis (18/2).

Menurut Iwan, untuk mencari nafkah memang susah. Namun, demi menghidupi keluarganya, dia pun rela menanggung beban membawa taraje hingga puluhan kilometer jauhnya.

Warga Desa Curug Cinulang, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung ini, biasa menjajakan taraje ke wilayah Rancaekek, Solokan Jeruk, Majalaya, Cibeureum, hingga Ke Jalan Mohammad Toha, Kota Bandung.‬

‪”Hampir semua tetangga saya berprofesi sama, sebagai penjual tangga bambu atau sapu injuk”, ujarnya.‬

‪Dengan berbahan baku pohon bambu liar di sekitaran rumahnya serta modal hanya Rp50.000 saja, Iwan mengaku bisa mengubahnya menjadi 4 hingga 5 taraje.‬

‪Dari pagi hingga sore hari, setapak demi setapak dia telusuri jalanan. Sebuah taraje dia jual Rp55.000.

Sedangkan omset yang bisa dia dapat per harinya bisa mencapai Rp70.000 hingga Rp150.000, tergantung berapa banyak taraje yang dia jual.‬

‪”Kadang ada yang nawar keterlaluan, tapi mau tidak mau ya saya kasih aja, daripada dagangan saya tidak laku,” ujarnya.

Share This

Leave a Reply