Dedi Mulyadi Sebut Orang Jawa Barat Pilih Ma’ruf Amin Karena ‘Pituin’

Oleh : Redaksi

Jurnalbandung.com – Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut orang Jawa Barat memiliki kriteria dalam menjatuhkan pilihan di Pilpres 2019. Menurut dia, faktor ‘pituin’ (asli keturunan) orang Sunda menjadi pertimbangan utama.

Sudah beberapa dekade lamanya, masyarakat Sunda mengalami suasana rindu. Pasalnya, tidak ada orang asli Sunda yang duduk di pucuk pimpinan nasional Indonesia. Terakhir kali, terdapat nama Umar Wirahadikusumah yang menjabat sebagai Wakil Presiden RI ke-4.

Sebagaimana Calon Wakil Presiden Kiai Ma’ruf Amin, Umar Wirahadikusumah juga menjadi bagian dari trah Kerajaan Sumedang, Jawa Barat.

“Kiai Ma’ruf Amin itu keturunan langsung Prabu Geusan Ulun dari Kerajaan Sumedang. Istri Sang Prabu bernama Harisbaya, seorang puteri cantik dari Pulau Madura. Karena itu, ‘pituin’ Sunda menjadi pilihan orang Jawa Barat,” kata Dedi saat menerima kunjungan Kiai Ma’ruf.

Mantan Rais ‘Aam PBNU tersebut berkunjung ke Purwakarta atas undangan Majelis Dzikir Hubbul Wathan. Dedi Mulyadi didampingi Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menerima Kiai Ma’ruf di Gedung Kembar, Jalan KK Singawinata, Rabu (3/10/2018).

Genealogi sejarah, lanjut Dedi, merupakan unsur yang tidak bisa dipisahkan dari publik Jawa Barat. Menurut dia, para raja yang pernah memerintah di tanah Jawa Barat selalu berhasil mengantarkan rakyat menuju kesejahteraan.

Dia mencontohkan Prabu Sri Baduga Maharaja. Raja Padjadjaran itu merupakan ahli di bidang pengairan dan pertanian. Namanya kini abadi menjadi nama sebuah taman air mancur di Purwakarta, yakni Taman Sri Baduga Maharaja.

“Saya melihat ada kerinduan orang Jawa Barat agar ada ‘pituin’-nya menjadi pemimpin di Indonesia,” katanya.

Asli Ulama dan Keturunan Ulama

Selain berasal dari trah ningrat Sunda, Kiai Ma’ruf menurut Dedi juga merupakan asli keturunan ulama. Kiai Ma’ruf sendiri juga seorang ulama dan saat ini masih menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia.

Darah Syaikh Nawawi al-Bantani mengalir dalam tubuh Kiai Ma’ruf. Secara historis, hubungan Jawa Barat dengan ulama bergelar Tuan Para Ulama Hijaz itu sangat dekat.

Selain pernah berguru ke Baing Yusuf Purwakarta, murid Syaikh Nawawi juga tersebar di pelosok Jawa Barat bahkan Pulau Jawa.

“Syaikh Nawawi saat remaja pernah mengaji ke Baing Yusuf Purwakarta. Murid beliau juga tersebar. Kalau di Purwakarta, ada Tubagus Ahmad Bakrie atau Mama Sempur, Plered. Kemudian di Madura, ada Syaikhuna Kholil Bangkalan, seorang ahli Kitab Alfiyah,” ujarnya.

Kriteria lengkap tersebut menurut Dedi, menjadikan Kiai Ma’ruf layak mendampingi Presiden Joko Widodo. Dia berujar, keduanya merupakan kombinasi ulama dan umaro yang cocok untuk Indonesia.

“Kapan lagi ada keturunan Syaikh Nawawi al-Bantani memimpin negeri ini, ya sekarang saatnya. Kami akan bersungguh-sungguh memenangkan beliau,” tuturnya. (*)

Leave a Reply