Deddy Mizwar Anggap Koordinasi Masalah Terbesar Dalam Persoalan Lingkungan

Oleh: Redaksi

Foto Istimewa
Foto Istimewa

Jurnal Bandung – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, pembenahan masalah lingkungan khususnya sungai, membutuhkann komunikasi multipihak yang kompak.

Dalam pers rilis yang diterima jurnalbandung.com, Minggu (7/8)Deddy menyebutkan, berbagai program ataupun strategi yang dimiliki Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, maupun sejumlah komunitas pecinta lingkungan, tidak ada yang buruk. Namun, kata Deddy, permasalahannya justru terletak pada sinergi dan koordinasi.

“Persoalan bangsa ini adalah masalah komunikasi. Berbagai teori paling pinter kita, tapi komunikasi ini yang jadi masalah. BBWS jalan ke mana, Provinsi ke mana, kabupaten/kota ke mana, KLHK kemana, semuanya masing- masing, jadi ini faktor kita,” ungkap Deddy dalam kegiatan Kongres Sungai Jawa Barat, di Kampung Budaya Karawang, Desa Wadas, Kecamatan Teluk Jambe Barat, Kabupaten Karawang, Sabtu (6/8).

“Kalau bicara mapping, bagaimana solusinya, sudah paling pintar kita. Komitmen komunitas di sepanjang DAS sudah paling oke, kita. Tapi bagaimana mengomunikasikan ke berbagai pihak untuk menjadi gerakan yang terintegerasi, ini yang belum selesai,” sambung Deddy.

Maka, Deddy berharap, melalui Kongres Sungai Jawa Barat ini, akan terbangun sebuah konsep pengelolaan sungai berbasis partisipasi yang melibatkan seluruh stakeholder, termasuk masyarakat sebagai langkah civil society di bidang lingkungan.

Adapun tema “Sawala Wahangan” (diskusi tentang sungai) yang diangkat menjadi tema kongres sungai kali ini, menurut Deddy, juga menjadi sarana untuk merumuskan konsep yang akan dibawa ke Kongres Sungai Indonesia ke-2 di Malang, 20-24 Agustus 2016 mendatang.

Lima komunitas peduli sungai di lima daerah aliran sungai (DAS), yakni Citarum, Cisadane, Ciliwung, Citanduy, dan Cimanuk-Cisanggarung terlibat pada Kongres Sungai Jawa Barat yang pertama ini.

“Ini adalah upaya tentang komunikasi yang belum selesai. Kita berlatih berkomunikasi dan terus berkomunikasi, termasuk dengan Pemerintahan. Ujungnya lagi, bagaimana kita bisa menegakan hukum, hukum lingkungan karena sejak negara ini berdiri, belum ada gugatan tentang lingkungan dimenangkan oleh penggugatnya,” beber Deddy.

Pada kesempatan itu, Deddy pun sempat menyoroti ketidakhadiran perwakilan pengusaha dari setiap diskusi lingkungan yang dihadirinya. Hal itu sangat disayangkan Deddy.

“Pemerintahnya sudah ada, dari komunitasnya lengkap, dari pengusahanya belum ada,” ungkapnya.

Share This

Leave a Reply