Ciptakan Rasa Aman, Pemkot Bandung Kembangkan Panic Button di Pusat Keramaian, Tempat Hiburan, hingga Handphone

Oleh: Redaksi

Foto net
Foto net


Jurnal Bandung – Jumat (6/3) pukul 11.37 malam, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyampaikan pesan bagi warga Kota Bandung lewat akun twitter-nya.

Dalam pesannya, Wali Kota yang akrab disapa Emil itu meminta doa warga Kota Bandung terhadap pengembangan panic button untuk menciptakan rasa aman bagi seluruh warga di Kota Bandung.

“Doakan pemkot & telkom sdg kembangkan Apps ‘panic button’ di hape. jika emergency, pijit icon nya, & alarm pun berbunyi di patroli terdekat” begitu pesan yang ditulis pemilik akun twitter @ridwankamil itu.

Dimintai konfirmasinya, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung Yayan Ahmad Priliana membenarkan bahwa Pemkot Bandung kini memang tengah berupaya mewujudkan perangkat keamanan tersebut.

Yayan menyebutkan, Pemkot Bandung kini tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah perusahaan swasta dan PT Telkom.

“Bahkan, kami juga tengah menjajaki kerja sama dengan mahasiswa yang berhasil menciptakan perangkat itu,” ungkap Yayan kepada Jurnal Bandung, Sabtu (7/3).

Yayan menjelaskan, dengan adanya panic button, masyarakat akan lebih mudah dan cepat mendapatkan pertolongan saat berada dalam kondisi darurat.

Nantinya, hanya dengan menekan tombol, bantuan pun akan berdatangan.

“Misalnya ketika terjadinya kebakaran, bencana alam, bahkan saat menjadi korban kejahatan sekalipun. Tinggal tekan tombol, petugas kebakaran, polisi, hingga petugas kebencanaan akan berdatangan,” katanya.

Diakui Yayan, perangkat panic button tersebut sebenarnya sudah siap diaplikasikan. Namun, pihaknya kini tengah membangun sinergitas terlebih dahulu sebelum perangkat tersebut benar-benar diaplikasikan.

“Kita tidak ingin ini jadi proyek mubazir. Perangkatnya sendiri sebenarnya sudah siap, tinggal kesiapan aparat terkait seperti kepolisian, dinas kebakaran, hingga kebencanaan. Tanpa adanya sinergitas, program ini akan sulit dijalankan,” ucapnya seraya meyakinkan, sinergitas tersebut akan segera terwujud.

Yayan juga menambahkan, nantinya akan ada dua macam panic button yakni model statis dan dinamis. Panic button statis akan ditempatkan di tempat-tempat khusus seperti pusat keramaian, tempat hiburan, dan sebagainya.

Sementara panic button dinamis akan diaplikasikan dalam handphone. Sehingga, setiap orang akan mudah mendapatkan pertolongan saat dihadapkan pada kondisi darurat.

“Kami juga tengah mengembangkan aturannya seperti hukuman bagi warga yang main-maing menggunakan panic button,” pungkasnya.

Share This

Leave a Reply