Cinta Buta Gadis 16 Tahun Berujung Petaka

Oleh: JB-05

Foto net
Foto net


Jurnal Bandung – Berhati-hatilah dengan cinta karena cinta bisa membutakan segalanya dan berujung petaka. Gara-gara cinta buta, seorang gadis berusia 16 tahun di Kota Bandung harus kehilangan paksa kehormatannya setelah menjadi korban perkosaan yang dilakukan sang kekasih dan tiga temannya.

Melati, nama samaran korban diperkosa ramai-ramai oleh empat laki-laki selama berjam-jam di sebuah kamar kost di daerah Sukajadi, Kota Bandung.

Sang kekasih MFG, 18, tega melakukan  perbuatan itu karena memang dia sebenarnya tidak mencintai Melati.

“Jadi yang bogoh (suka) itu korban, saya gak terlalu suka,” ungkap MFG kepada Jurnal Bandung di Mapolrestabes Bandung, Jumat (20/3).

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol AR Yoyol melalui Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP M Ngajib menuturkan, pengungkapan kasus berawal dari informasi keluarga korban yang melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian, 15/3 lalu.

Ngajib mengungkapkan, peristiwa diawali pertemuan Melati dengan para tersangka sehabis Melati pulang berenang di kolam renang Karang Setra, di kawasan Sukajadi, Kota Bandung.

Melati pun melihat kekasihnya MFG bersama kedua temannya DL dan AR tengah bersama di Yomart Sukajadi dan lantas menghampiri ketiganya sehabis DL memanggilnya.

Melati sempat mengobrol bersama ketiga laki-laki itu hingga kemudian DL menawarkan lima butir obat tramadol. Setelah menelan dua butir obat penenang disertai menenggak minuman keras yang juga disodorkan kepadanya, Melati lalu mengeluh pusing pada MFG.

Namun, bukannya diantar pulang, tersangka lain AR malah mengajak Melati ke kamar kostnya di Jalan Sukajadi, Gang Marjaban RT 06 RW 04 Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung.

Di tempat itulah, ketiganya memperkosa Melati. Tak lama kemudian, saat Melati tengah diperkosa, datang seorang laki-laki lain berinisial YS. YS pun akhirnya turut menyetubuhi Melati.

“Pemerkosaan dilakukan bersama-sama di sebuah kosan di Gang Sukajadi. Korban bersama tersangka seharian. Saat pulang pun tidak diantar, korban pulang sendiri,” ujar Ngajib.

Melati pun akhirnya menceritakan kejadian pilu yang dialaminya itu. Mengetahui hal tersebut, Minggu (15/3), keluarga Melati melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dengan membawa tersangka YS. Anggota Sat Reskrim Polrestabes Bandung pun langsung bergerak cepat menangkap para tersangka lainnya.

Menurut keterangan DL, dia dan Melati memang sudah cukup saling kenal dan sering nongkrong bareng.

“Kami minum (miras) bareng, karena dia suka minum juga. Kami emang suka nongkrong bareng di tempat jualan servis jam, saya juga ngasih obat saat itu,” katanya.

Sementara AR mengakui juga telah menyetubuhi Melati.

“Iya disetubuhi, saya atasnya mereka bawahnya. Digilir, masing-masing tiga jam,” ucapnya.

Share This

Leave a Reply