Cerita di Balik Sang Pemecah Rekor

Oleh: Yuga Khalifatusalam

Foto Yuga Khalifatusalam
Foto Yuga Khalifatusalam

Jurnal Bandung – Wajahnya oriental, perawakannya tidak terlalu tinggi, namun punya keterbatasan fisik. Dia merupakan Evan Leonardo, atlet renang pemecah rekor di ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV/Jawa Barat.

Pria murah senyum ini menceritakan awal mulanya terjun ke dunia renang. Evan menuturkan, dirinya beruntung dilahirkan dalam keluarga yang selalu memberikan motivasi.

Dilahirkan cacat sejak lahir tidak lantas membuat dirinya berkecil hati. Doa dan dukungan dari keluarga membuat Evan selalu tegar dalam menghadapi keadaan.

Sore itu, setelah melakukan sesi foto dengan para fansnya, pria kelahiran Sukabumi itu menceritakan dengan bangga kisah hidupnya secara singkat hingga dia mampu meraih prestasi dalam cabang olahraga renang.

Evan menjelaskan, sebenarnya tidak ada cita-cita menjadi seorang atlet renang, apalagi sampai berprestasi seperti sekarang.

Diceritakan Evan, dilahirkan cacat sejak lahir membuat Evan dipaksa bolak-balik ke rumah sakit karena harus menjalani operasi kakinya yang tidak sempurna.

“Saya cacat dari lahir,” ungkap Evan dengan nada tegas kepada jurnalbandung.com, di Bandung, Senin (17/10).

Meski sudah beberapa kali menjalani operasi, dokter yang menangani Evan akhirnya angkat tangan. Si dokter hanya menganjurkan Evan agar tetap beraktivitas untuk menghindari kelumpuhan.

“Akhirnya keluarga memasukan saya ke klub renang agar saya bisa bereaktivitas dan tidak lumpuh,” ujarnya.

Namun siapa sangka, meski awalnya hanya niat beraktivitas, Evan malah menjadi seorang atlet renang berprestasi dan sangat dibanggakan.

Pria berkaca mata ini sukses memecahkan dua rekor sekaligus, yakni rekor Peparnas 2012 di Riau dan rekor Asian Paragmes 2008 di Thailand.

“Jadi memang tidak ada kesengajaan menjadi seorang atlet renang, saya tidak pernah bermimpi. Namun, saya bersyukur bisa memberikan prestasi untuk keluarga,” katanya.

Share This

Leave a Reply