Buka Mukernas JPRMI, Deddy Mizwar Sebut Penyimpangan Moral Jadi Tantangan bagi Remaja Masjid

Oleh Redaksi

Foto Redaksi
Foto Redaksi

Jurnal Bandung – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyebut penyimpangan moral sebagai tantangan bagi para remaja masjid. Mereka diharapkan bisa menarik kembali orang-orang yang menyimpang tersebut ke jalan yang benar.

Hal itu dikatakan Deddy saat membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) di Masjid Agung Trans Studio Bandung, Jum’at (26/2).

Pria yang akrab disapa Kang Deddy ini secara simbolis membuka mukernas dengan menabuh bedug bersama Ketua Umum JPRMI Otong Sumantri. Mereka menabuh bedug selama 30 detik sebagai tanda dimulainya mukernas.

Dalam sambutannya, pemeran sekaligus sutradara Sinetron Para Pencari Tuhan ini mengapresiasi atas pelaksanaan Mukernas JPRMI di Bandung.

Dia juga berharap, mukernas ini akan melahirkan program-program yang bisa dilaksanakan secara konkrit.

Lebih lanjut, tokoh serial Lorong Waktu ini mengatakan, banyak hal yang bisa dilakukan oleh pemuda masjid.

Banyaknya kasus penyimpangan moral belakangan ini menjadi tantangan bagi para pemuda dan remaja masjid untuk menarik kembali mereka ke jalan yang benar.

Dia juga menegaskan bahwa pemuda bisa merubah peradaban. Karenanya, dia berharap, dari remaja masjid ini, akan lahir para pemimpin bangsa, pemimpin yang mencintai kegiatan masjid.

“Beri aku sepuluh pemuda, akan ku guncang dunia,” ujar Deddy mengutip ucapan mantan Presiden Indonesia Sukarno sekaligus menutup sambutannya.

Acara Mukernas JPRMI sendiri akan berlangsung selama tiga hari, 26-28 Februari 2016. Acara dihadiri kurang lebih 300 perwakilan pemuda dan remaja masjid yang berasal dari perwakilan JPRMI di 31 provinsi se-Indonesia, di antaranya Jakarta, Aceh, Papua, Medan, dan Ambon.

Pada acara ini, diluncurkan lima program nasional, yaitu program Gerakan Nasional Ayo Ke Masjid, program Aplikasi Ayo Ke Masjid berbasis smartphone, Program 1000 pemuda penggerak desa, program Mosque Schooling (Sekolah Berbasis Masjid) untuk remaja pasca-pendidikan TPA dan Program Komunitas Wirausaha Pemuda Masjid.

Ketua Umum JPRMI Otong Somantri mengatakan, gerakan ini bisa menjadi gerakan masif bagi seluruh pemuda dan remaja muslim di seluruh Indonesia.

Dia juga  berharap, lima  program tersebut dapat terlaksana dengan baik, sehingga para pemuda bisa berkontribusi terhadap permasalahan bangsa.

Leave a Reply