BJB Kembalikan Dana Bergulir Program KCR Tahap II ke Pemprov Jabar

Oleh : Yuga Khalifatusalam

Jurnalbandung.com – Setelah sukses program Kredit Cinta Rakyat (KCR) tahap II, hari ini Bank BJB mengembalikan dana bergulir kepada pemerintah provinsi Jawa Barat sebesar Rp 50 miliar.

Pada tahap pertama, BJB mengembalikan dana bergulir tersebut sebesar Rp 165 miliar pada bulan Desember 2016.

Dengan demikian tahap III akan berakhir pada Desember 2018 sebesar Rp 20 miliar, tahap IV pada September 2019, dan tahap V pada November 2020 sebesar Rp 50 miliar.

Senior Vice President Divisi Corporate Secretary bank bjb, Hakim Putratama mengatakan, bank bjb sudah bekerja sama dengan Pemprov Jabar mengucurkan program pembiayaan KCR sejak 2011.

“Penyaluran KCR sendiri dilaksanakan melalui lima tahapan dengan total Rp 385 miliar,” ujarnya di Gedung Sate, Bandung, Jumat (8/6).

Dikatakannya, keberhasilan program KCR tidak lepas dari kerja sama yang sangat baik antara Pemprov Jabar, DPRD, dan bank bjb yang telah bersama-sama memonitor dan mengevaluasi implementasi program.

Dia mengharapkan, program ini terus berlanjut mengingat sangat bermanfaat bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jabar.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, program Kredit Cinta Rakyat (KCR) sebagai dana bergulir pemerintah paling sukses karena kembali utuh 100 persen tanpa ada kredit macet dari para nasabah.

“Dalam hal ini bisa saya katakan bahwa ini (KCR) adalah program dana bergulir yang paling berhasil. Biasanya program dana bergulir lain suka pada macet dan jarang yang kembali,” katanya.

Dikatakannya, KCR bergulir sejak 2011 bekerjasama dengan bank bjb. Awalnya, bunga yang diterapkan sebesar 8,3 persen dengan plafon maksimal sebesar Rp 50 juta. Kemudian di tahun ini, bunga KCR diturunkan menjadi hanya 5,9 persen. Adapun batas maksimal pinjaman naik menjadi Rp 100 juta.

Menurutnya, keberadaan KCR sejalan dan ikut mendukung program pemerintah pusat melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang memiliki bunga hanya 7 persen.

“Bunga kita (KCR) lebih rendah, tapi dananya lebih kecil dari KUR,” katanya.

“Dana pengembalian tersebut, lanjutnya, lantas kembali digulirkan demi membantu masyarakat yang ingin menjadi wirausaha baru,” katanya.

Leave a Reply