Beroperasi di Kawasan Kiaracondong, Tiga Orang Begal Dicokok Polisi

Oleh: JB-05

Foto net
Foto net


Jurnal Bandung – Unit Reskrim Polsek Kiaracondong menangkap tiga orang begal sepeda motor. Salah seorang di antaranya terpaksa ditembak polisi karena berusaha kabur saat akan ditangkap.

Ketiga begal yang berhasil dicokok itu adalah Rudi NP, 22, Hadi H,19, dan Asep K, 24 yang kini telah mendekam di balik tahanan Mapolsekta Kiaracondong.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol melalui Kapolsek Kiaracondong Kompol Maria Horet Hera mengungkapkan, ketiga begal ini sebelumnya merampas motor milik Nurul Imam akhir bulan lalu sekitar pukul 01.45 WIB.

Saat itu, korban tengah mengendarai  motor Honda Vario Techno bernomor polisi Z 5589 BE dari arah Jalan Terusan Jakarta. Sesampainya di Jalan Ibrahim Adjie, Kelurahan Babakan Sari, tiga pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio D 4840 IA memepet motor korban.

“Seorang pelaku kemudian mengancam korban. Nyawa atau menyerahkan barang,” ungkap Maria menceritakan kronologis kejadian kepada Jurnal Bandung di Mapolsekta Kiaracondong, Selasa (10/3).

Bahkan, tambah Maria, tersangka Hadi sempat memukul perut korban kemudian tangannya merangsek masuk ke jaket korban. Kunci motor, uang, dan rokok milik korban pun diambil Hadi.

Korban saat itu tak bisa berbuat apa-apa lantaran takut, apalagi melihat tersangka Asep yang saat itu duduk di atas sepeda motor terlihat hendak mengeluarkan senjata tajam dari balik bajunya.

Sementara itu, tersangka Rudi yang telah mengantongi kunci sepeda motor korban langsung membawa motor korban diikuti dua tersangka lainnya. Motor tersebut lalu dibawa mereka ke tempat kosnya di Jalan Cijambe.

“Motor itu kemudian dibawa ke Purwakarta. Kami berhasil mengamankan motor tersebut,” katanya.

Menerima laporan peristiwa tersebut, anggota Unit Reskrim Polsek Kiaracondong pun kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap ketiganya pada Minggu (8/3) malam sekitar pukul 22.00 WIB di sebuah rumah kos.

“Mereka ditangkap di daerah Arcamanik,” ucapnya.

Saat akan ditangkap, Rudi yang panik berniat melarikan diri. Polisi pun sempat melepaskan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan Rudi. Terpaksa polisi pun menembak betis kiri Rudi.

Sementara itu, Rudi mengatakan, saat merampas sepeda motor korban, dirinya dalam pengaruh alkohol.

“Jadi engga sadar merampas motor. Saya baru pertama kali merampas motor,” aku Rudi seraya menambahkan, dirinya tak menerima sepeser pun hasil penjualan sepeda motor korban.

Kini, Rudi dan dua rekannya harus meringkuk di tahanan Mapolsek Kiaracondong. Mereka dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Share This

Leave a Reply