Berjalan dengan Mata Tertutup, Ineu Akui Tuna Netra Luar Biasa

Oleh: Yuga Khalifatusalam

Jurnalbandung.com – Sebagai bentuk empati kepada para penyandang disabilitas tuna netra, Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi melakukan aksi jalan santai bersama penyandang tuna netra dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional.

Meskipun perjalanan dengan mata tertutup itu dilakukan dengan jarak yang tidak terlalu jauh, namun Ineu mengaku bisa merasakan kelebihan yang dimiliki para tuna netra. Sebab, walaupun hanya merasakan kegelapan, menurut Ineu, mereka memiliki perasaan yang tajam, sehingga mampu melakukan aktivitas sehari-harinya dengan baik.

“Tadi saya sendiri ikut merasakan ya dan ternyata berjalan dengan mata tertutup itu sangat sulit,” ungkap Ineu ditemui seusai pembukaan Jalan Santai Penyandang Tuna Netra di Gedung Wiyataguna, Jalan Padjadjaran, Kota Bandung, Rabu (7/12).

Ineu melanjutkan, menjadi peserta jalan santai dengan relly tongkat ini menjadi pengalaman pertamanya dan memberikan kesan tersendiri. Oleh karena itu, kata Ineu, sebagai manusia yang diberikan kesempurnaan, dirinya mengajak masyarakat untuk selalu bersyukur.

Dalam kehidupannya, kata Ineu, para penyandang disabilitas ini patut menjadi contoh. Sebab, mereka memiliki semangat luar biasa dalam melaksanakan kehidupannya sehari-hari tanpa merasa kekurangan.

Bahkan, tambah Ineu, banyak pula dari mereka yang terus menyuarakan perjuangannya agar mendapatkan kesetaraan dalam mendapatkan hak-hak hidupnya.

Ineu menuturkan, dengan kondisi itu, DPRD bersama Pemprov Jabar sebetulnya telah ikut mendorong perjuangan kaum disabilitas, salah satunya dengan membuat Peraturan Daerah (Perda) Disabilitas yang di dalamnya berisikan aturan terkait persamaan hak bagi kaum disabilitas, seperti mendapatkan fasilitas umum khusus disabilitas, kesempatan mendapatkan pekerjaan, hak politik, dan lainnya.

“Semoga (peringatan) Hari Disabilitas ini memberikan kesan tersendiri bagi mereka. Apalagi, dengan mengikuti kegiatan ini, mereka senang sekali dan merasa diakui sebagai bagian dari masyarakat,” papar Ineu.

Ineu pun mengimbau seluruh kepala daerah kabupaten/kota di Jabar agar memperhatikan penyandang disabilitas dimana pun mereka berada. Terlebih, hal itu pun merupakan bagian dari implementasi atas perda yang telah dibentuk oleh DPRD bersama Pemprov Jabar.

Ine menilai, beberapa kota/kabupaten kini sudah mulai memberikan akses kepada penyandang disabilitas dengan membuat fasilitas umum untuk membantu aktivitas sehari-hari penyandang disabilitas.

“Ada beberapa kota yang sudah melakukannya untuk pasar, hotel, dan tempat-tempat umum lainnya. Sedangkan untuk kabupaten/kota yang belum tetap akan kita imbau,” katanya.

Share This

Leave a Reply