Belum di Launching, Satgas Lingkungan Hidup Sudah Lakukan Penyelidikan

Oleh: Yuga Khalifatusalam

foto net
foto net


Jurnal Bandung – Meski belum ada komitmen tertulis antara Pemprov Jawa Barat dengan Polri, TNI, dan Kejaksaan, Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Hukum Lingkungan Terpadu Jabar ternyata sudah mulai bekerja.

Menurut Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar, kejahatan lingkungan di Jabar sangat banyak mulai penambangan, kehutanan, hingga lingkungan hidup.
“Satgas ini bisa mencegah terjadinya kejahatan lingkungan. Karena sebenarnya lebih baik mencegah daripada menindak. Kalaupun sudah terjadi bisa sadar sendiri, itu yang paling penting,” katanya kepada Jurnal Bandung di Gedung Sate Bandung, Selasa (6/1).

Dikatakan dia, keberadaan Satgas ini sebagai tindak lanjut dari instruksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sebelumnya pernah mengundang bupati/wali kota se-Indonesia di Bali untuk membahas soal penambangan.

“Satgas ini bukan hanya mengawasi pertambangan saja, tapi juga kehutanan dan juga lingkungan hidup,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, dia berharap, dalam menindak kejahatan lingkungan, Satgas bisa lebih transparan.

“Kita perlu tim khusus untuk mengawasi masalah lingkungan. Jangan sampai penyelidikan dilakukan terhadap kejahatan lingkungan, begitu di pengadilan kita tidak tahu keputusannya seperti apa atau keputusannya tidak memuaskan. Udah ada contohnya kemarin kan? Jadi jangan ada dusta diantara kita,” paparnya.

Disinggung tugas Satgas saat ini, Deddy tidak mau mengungkapkan. Menurutnya, tugas Satgas masih rahasia.

“Gak boleh diungkapkan dulu, belum tau bertindaknya juga kapan. Namun penyelidikan sudah dilakukan. Bisa jadi penindakan dilakukan sebelum dilakukan launching,” ungkapnya.

SatgasĀ  Penegakan Hukum Lingkungan Terpadu ini dibentuk berdasarkan keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 188.44/kep.1836-Hukham/2014. Satgas ini rencananya akan di launching 20 Januari 2015 mendatang.

Share This

Leave a Reply