Bawaslu Ajak Masyarakat Terlibat Aktif Lahirkan Pemimpin Prorakyat

Oleh: Ridwan Farid

foto net
foto net


Jurnal Bandung – Masyarakat dinilai memiliki peranan penting, bahkan menjadi salah satu penentu kesuksesan dalam melahirkan seorang pemimpin yang prorakyat.

Oleh karenanya, menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di 8 kabupaten/kota di Jawa Barat, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jabar mengajak seluruh masyarkat terlibat aktif dalam mengawasi jalannya pelaksanaan pilkada serentak itu.

“Kami terus membangun kerja sama dalam meningkatkan pengawasan partisipatif masyarakat. Sehingga masyarakat bisa terlibat langsung mengawasi jalannya pilkada,” tutur Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto kepada Jurnal Bandung di ruang kerjanya, Kamis (9/4).

Dalam pengawasan partisipatif, kata Harminus, masyarakat tidak lagi menjadi pemilih pasif. Namun, masyarakat diajak berperan aktif yakni peduli terhadap suara yang akan diberikan dan bertanggung jawab terhadap suara yang telah diberikannya.

“Alhasil, pemimpin yang nantinya terpilih juga diharapkan memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat yang telah memilihnya,” ucap Harminus.

Harminus melanjutkan, dengan adanya tanggung jawab dari masyarakat tersebut, pilkada diyakininya akan melahirkan pemimpin yang berkualitas, amanah, dan pro rakyat serta selalu mengedepankan kepentingan rakyat melalui kebijakan-kebijakan yang dikeluarkannya.

“Jadi, kepala daerah itu bukan cari pekerjaan, tapi mewujudkan keinginan masyarakat melalui kebijakan-kebijakannya. Kalau ini terjadi, saya kira, kualitas pemilu (pemilihan umum) di Jabar akan lebih baik,” imbuhnya.

Selain untuk melahirkan pemimpin atau seorang kepala daerah yang prorakyat, keterlibatan masyarakat dalam proses pilkada, kata Harminus, juga menjadi salah satu upaya pencegahan pelanggaran yang dilakukan peserta pemilu.

Pihaknya pun tidak berharap peserta pemilu melakukan pelanggaran. Sebaliknya, Bawaslu Jabar menghendaki agar seluruh peserta pemilu taat terhadap aturan. Oleh karenanya, dibutuhkan partisipasi masyarakat untuk menangkal kemungkinan munculnya pelanggaran.

“Agar saat terpilih, dia menjadi pemimpin yang selamat dan sentosa karena kemenangannya diraih dengan cara yang benar dan sesuai aturan. Sehingga, demokrasi pun bisa terbangun karena pemimpinnya memiliki integritas dan kapasitas yang baik,” paparnya.

Lebih jauh Harminus mengatakan, pihaknya terus membangun koordinasi sebagai langkah persiapan dalam menghadapi pilkada serentak yang digelar di Kabupaten Bandung, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Pangandaran, Kota Depok, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Tasikmalaya, Desember 2015 mendatang itu.

Selain telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang akan menggelar pilkada serentak, pihaknya pun terus membangun koordinasi dan konsolidasi bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pilkada serentak, termasuk dengan masyarakat.

“Kami yakin betul pilkada ini salah satu syarat demokrasi. Meskipun sempat menunggu soal aturan, tapi sejak awal, kami telah melakukan berbagai persiapan mulai koordinasi hingga penyamaan persepsi agar tercipta harmonisasi. Sehingga, dalam pelaksanaannya, semua sudah memiliki frame yang sama,” pungkas Harminus seraya menambahkan, pilkada serentak ini akan menjadi acuan pilkada serentak yang lebih besar, termasuk pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) mendatang.

Share This

Leave a Reply