Badiklatda Jabar Dituntut Ubah Pola Kerja Aparatur Pemerintahan

Oleh: Yuga Khalifatusalam

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – Plh Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar berharap, Badan Pendidikan dan Latihan Daerah (Badiklatda) Jabar bisa menjadi Badiklat terbaik di Indonesia.

Namun, Deddy mengakui, untuk menjadi yang terbaik memang tidaklah mudah dan butuh usaha yang cukup keras serta peningkatan inovasi.

“Badiklatda Jabar harus terus mengembangkan inovasi, sehingga bisa menjadi yang terbaik,” ujar Deddy dalam pembukaan Pameran Inovasi Proyek Perubahan Alumni Pendidikan dan Latihan Pimpinan (Diklatpim) Badiklatda Jabar dan Launching Program Badiklatda Jabar Berbasis Teknologi Informasi di Kantor Badiklatda Jabar, Jalan Windu, Kota Bandung, Senin (21/9).

Menurutnya, pengembangan inovasi oleh para peserta diklat sangat penting, sehingga hal itu bisa mendorong kualitas kinerja.

“Ini penting, apa gunanya diklat kalau hanya sekedar sertifikat untuk kenaikan golongan atau pangkat, tapi apa yang bisa dilakukan untuk perubahan, untuk percepatan layanan publik, supaya organisasinya lebih efektif bekerja. Ini merangsang para peserta, kalau diberi tantangan biasanya mereka lebih semangat,” tuturnya.

Begitu juga dengan Badiklatda-nya, lanjut Deddy, Badiklatda harus berinovasi dengan teknologi informasi, sepertihalnya membuat website, agar masyarakat bisa melihat dan mendaftar secara online.

“Jadi dalam hal ini peserta distimulus untuk berinovasi, begitu juga dengan Badiklatdanya, saya berharap Jabar memiliki Badiklat terbaik di Indonesia. Saat ini ada 1500 karya inovasi dan 48 karya yang dipamerkan. Badiklatda harus memonitor karya-karya tersebut dan bagaimana implementasinya di organisasi masin-masing,” terangnya.

Menurutnya, inovasi tersebut harus semakin dikembangkan, sehingga bisa menghadirkan berbagai kemudahan dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Kita harus siap dengan perubahan. Boleh pelestarian budaya, tapi budaya kerja seperti apa, kita enggan berubah karena slogan pelestarian, melestarikan jabatan, gak mau pindah-pindah, melestarikan pola kerja karena sudah nyaman, justru Badiklat harus mendorong terjadinya perubahan,” tandasnya.

Leave a Reply