Aher: Perdamaian Dunia Dimulai dari Bandung, Konflik Ormas Harus Dihentikan

Oleh: Riefki Farandhika

Jurnalbandung.com – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan, Jabar harus aman dan kondusif hingga kapan pun.

Penegasan Gubernur yang akrab disapa Aher itu didasari sejarah dimana ibu kota Jabar, yakni Bandung, menjadi tempat dimana perdamaian pertama kali digaungkan saat pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA), 1955 silam.

Pernyataan Aher tersebut untuk menyikapi konflik yang melibatkan dua ormas yang belakangan terindikasi mulai menyebar luas.

“Saya serukan agar konflik antara dua organisasi segera diselesaikan demi kondusivitas di Jabar. Bandung menjadi tonggak sejarah perdamaian di dunia hingga saat ini. Hal itu masih menjadi rujukan bahwa Bandung atau Jabar kota yang damai dan kondusif,” terang Aher seusai menerima Forum Ormas Nasionalis, pemuda, dan mahasiswa di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (20/1).

Aher mengakui, selama dua hari terakhir, dirinya menerima kunjungan sejumlah perwakilan ormas yang meminta agar kondusivitas di Jabar tetap terjaga.

“Kemarin kita terima, hari ini juga kita terima. Dan saya akan rencanakan mempertemukan semua ormas, OKP, LS di Jabar untuk Jabar kondusif,” tegasnya.

Masih di tempat yang sama, perwakilan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jabar Yusuf mengatakan, kebhinekaan itu sangat manusiawi. Sehingga, kebhinekaan pun perlu dipertegas dalam kehidupan sehari hari.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jabar Saca Suhendi juga berharap Jabar tidak jadi ajang politik nasional.

“Saya berharap, pasca kejadian kemarin, Jabar langsung kondusif. Sebab, kami melihat ada grand design yang akan digeser ke Jabar, saya berharap Gubernur Jabar bersikap agar Jabar aman kondusif dan damai selamanya,” terang Saca.

Share This

Leave a Reply